Menantu On Air : Siaran Rahasia dari rumah mertua
Sekar:
“Kau tahu, Dina… cinta itu seperti teh yang diseduh di hari hujan. Kadang rasanya pahit di awal, tapi hangatnya tetap mengalir ke dada. Kau mungkin tak bisa membuat semua orang mencintaimu, tapi kau bisa tetap menanam cinta di caramu memperlakukan mereka. Meski tak dibalas, cinta yang tulus selalu pulang dengan cara yang indah.”
Hening. Hanya terdengar napas tertahan dari seberang.
Dina:
“Kalimat itu indah sekali, Mbak… tapi apakah Mbak Sekar pernah mengalami hal seperti ini juga?”
Sekar tersenyum samar, matanya berkaca-kaca.
Sekar (pelan, hampir berbisik):