Nikahi Aku atau Aku Mati
Ia tahu betul bagaimana menjadi seorang anak yang kehilangan atau pun kekurangan kasih sayang dari seorang Bapak, karena dia pun mengalaminya.
“Bapakku galak, otoriter, temperamental, egois, kasar, keras. Ya, begitulah. Maaf, ya, kesannya aku tidak bersyukur masih punya seorang bapak. Tapi, jika terkabul, aku ingin berdoa supaya punya Bapak yang demokratis, penuh kasih sayang, dan selalu mendukung anaknya dalam hal baik.”
“Amin. Semoga. Tampaknya, kita tertakdir untuk berjuang bersama.” Senyum yang mengembang di bibir manis Anggara mampu menghilangkan melankolis yang merasuki hati.
Hot Chapters