Gairah Liar Pembantu Lugu
Salah satu dari mereka, yang tadi nyaris mencium pipinya, kini tertawa kecil, suara tawanya pecah di telinga Wahyu, mengejek.
“Yah, Mas Wahyu udah nggak ‘panas’ lagi kayaknya,” celetuk wanita itu, suaranya tajam, penuh sindiran. Dia melirik temannya yang lain, lalu mereka berdua tertawa terbahak-bahak, meninggalkan meja tanpa menoleh lagi. Wanita-wanita lain mengikuti, menyisakan Wahyu seorang diri di antara tumpukan kartu yang tak berarti. Ruko itu mendadak terasa dingin, mencekam.
Hot Chapters