Air Mata Suami dan Mertuaku
"Jangan keras kepala, William. Masalah rumah tangga itu nggak sesimpel yang ada dalam bayanganmu. Jangan anggap remeh. Merasa bahwa kamu akan mampu menjalani meskipun tanpa kehadiran buah hati, sama saja seperti kamu mengundi nasib di meja judi. Awalnya banyak keberuntungan dan kebahagiaan yang datang. Namun, pada akhirnya harus kandas di tengah jalan karena kehampaan.
Rumah tangga itu bukan hanya menyangkut suami dan istri. Mertua, ipar, mereka juga ada di belakangmu. Tentunya mereka menaruh harapan besar. Kuharap kamu bisa memahami apa yang telah kurasakan, pada rumah tanggaku yang telah hancur. Cukuplah itu sebagai pelajaran berharga."