Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Suami Dingin, Pria Lain Menginginkanku

Suami Dingin, Pria Lain Menginginkanku

Suasana lounge hotel bintang lima itu riuh, namun suara ketawa Rhea adalah yang paling nyaring. Dengan segelas wine di tangan kanan dan gaun hitam yang memamerkan bahu mulusnya, Rhea sedang menjadi pusat perhatian. ​"Kalian tahu kenapa pria suka pakai dasi?" Rhea mengerling nakal ke arah teman-teman kantornya. "Supaya kalau mereka terlalu banyak bicara di ranjang, kita punya pegangan untuk menarik mereka lebih dekat... atau membungkam mereka." ​Ledakan tawa pecah. Pria-pria di meja itu menatap Rhea dengan tatapan lapar sekaligus kagum. Mereka menjuluki Rhea sebagai 'Si Singa'—wanita energik yang bicaranya berani, mesum dalam konteks bercanda, dan seolah-olah sudah khatam urusan ranjang. ​Namun, saat jam menunjukkan pukul sebelas malam, senyum itu memudar begitu Rhea melangkah masuk ke mobilnya. ​Di rumah, suasana hening. Rhea masuk ke kamar, menemukan Gavin sudah menunggunya. Tanpa kata-kata romantis, Gavin menariknya ke tempat tidur. Rhea mencoba membalas, mencoba menjadi 'Singa' yang diinginkan dunia, namun Gavin hanya fokus pada area sensitif Rhea dengan tangannya. Dingin. Terburu-buru. ​Rhea mendesah, namun matanya menatap langit-langit kamar yang kosong. Saat ia hampir mencapai puncak, Gavin menarik tangannya. Pria itu mencium keningnya sekilas—ciuman yang terasa seperti formalitas—lalu berbalik membelakangi Rhea. ​"Mas... tidak bisakah malam ini kita... melakukannya?" bisik Rhea parau. ​"Aku capek, Rhea. Lagipula, bukankah ini sudah cukup membuatmu puas?" jawab Gavin tanpa menoleh. ​Rhea terdiam. Di luar dia adalah predator, tapi di kamar ini, dia hanyalah mangsa yang kelaparan akan kasih sayang yang utuh. Ia tidak tahu, bahwa di balik punggung Gavin, sebuah rahasia besar tersimpan di dalam ponsel yang disembunyikan suaminya di bawah bantal.
Romansa
72 viewsOngoing
Read
Add to library
TO GET HER

TO GET HER

WARNING!!! 18+++ Pastikan usia kalian sudah dewasa untuk membaca cerita ini! “Kalau aku tertarik padamu, apa kau akan membuka hatimu untukku?” Aneesa membalas tatapan Marcello yang menatapnya dengan lembut, tetapi sangat serius. Seperti bukan Marcello yang dikenalnya, tetapi kemudian tertawa pelan lalu meneguk Bacardi dan menatap Marcello dengan geli. “Jawaban bodoh macam apa? Kau sudah punya gadis yang kau incar, dan aku pasti bukan tipemu, kan?” katanya sembari melepaskan lengannya dan berbalik. Namun, Marcello menarik siku Aneesa kemudian lengannya melingkar di pinggang gadis itu dan hanya dalam hitungan detik bibir Marcello telah berada di bibir Aneesa. Aroma Bacardi yang kuat segera memenuhi penciuman Marcello, begitu pula rasanya—hangat, namun sedikit manis dan membakar di tenggorokan seperti campuran amarah, gengsi, dan sesuatu yang tak bisa dikendalikan. Aneesa terpaku, tubuhnya menegang di antara lengan Marcello yang menahannya agar tidak beranjak. Untuk sesaat dunia di sekeliling mereka seolah lenyap, hanya ada degup jantungnya yang terpacu cepat di dada, berpadu dengan napas Marcello yang terasa di kulitnya. Sentuhan lembut bibir Marcello di bibirnya bak ribuan bujuk rayu yang terus mendesaknya dan Aneesa pun perlahan membuka bibirnya. Menyerah dan membiarkan Marcello mencumbuinya kemudian perlahan membalas ciuman Marcello. Aneesa mengerang, tubuhnya merapat pada Marcello, dan sesuatu yang menyiksa bergelung di bawah perutnya. Namun, akal sehatnya menghampiri membuatnya tersadar jika seharusnya tetap pada batasan dan tidak melewatinya. Ada begitu banyak suara di kepala Aneesa, sangat berisik membuat Aneesa memilih memejamkan matanya lagi. Namun, Marcello justru kembali menciumnya. Kali ini lebih lembut, tidak begitu memaksa dan membuat Aneesa ingin menangis karena meskipun menyadari ada batasan yang seharusnya tidak dilewati nyatanya tubuhnya seperti kehilangan kontrol dan sepenuhnya mendambakan sentuhan Marcello.
Young Adult
108.7K viewsCompleted
Read
Add to library
Menikah Denganku

Menikah Denganku

Lavender
William Anderson adalah seorang fotografer sekaligus pemilik agensi model. Kariernya cemerlang di usia muda dan bakatnya bukanlah isapan jempol semata. Namun begitu tidak banyak yang tahu lika-liku kehidupan William yang kelam. Mulai dari ayahnya yang gemar berselingkuh hingga lahirlah Lucas dan Jazzy sebagai adik lain ibunya. William memiliki saudara kembar yaitu Austin Anderson yang juga mengelola perusahaan properti. Dalam perjalanannya, William bertemu dengan Isabella—wanita pertama yang memeluk kesepian William namun wanita itu juga yang menciptakan kesepian terpanjang setelah kehilangan ibunya. William menjadi sosok lain dan tak tersentuh. Tatapan matanya dingin dan setajam elang. Lidahnya seperti belati yang siap menguliti lawan bicaranya. Tidak ada yang bisa menandingi mulut pedas William sekalipun itu Austin. Sampai akhirnya William bertemu dengan Clara Palmer. Seorang mahasiswa yang magang di perusahaannya sekaligus menjadi asistennya. Awalnya William tidak memedulikan Clara. William begitu cuek dan hanya peduli dengan pekerjaannya. Seiring berjalannya waktu William menaruh perhatian untuk Clara. Tanpa sadar, benih-benih cinta itu hadir. Clara yang begitu kalem dan telaten menyiapkan semua keperluan kerja William. Clara yang begitu mudah bergaul dengan timnya dan mencuri perhatian semua orang dikantornya. William jatuh cinta dengan cara yang sederhana dan menggila saat tidak melihat Clara barang sedetik pun. William akan bertingkah arogan saat ada yang mendekati Clara. Clara Palmer tidak pernah menyangka dirinya akan berada di sebuah perusahaan kondang incaran semua orang. Meski hanya magang, Clara sudah merasa bersyukur. Sebagai yatim piatu yang tumbuh dilingkungan panti dan berkuliah dengan beasiswa, Clara melakukan banyak cara untuk mempertahankan prestasinya hingga akhir. Walau harus pusing, Clara tetap menjalaninya dengan senang. Tapi semuanya berubah. Ketenangan yang Clara dapati di perusahaan William Anderson bak letupan kembang api. Pria sedingin kutub selatan itu menciumnya tanpa permisi. Dan lebih gila lagi karena Clara diam saja bahkan terkesan membalas ciuman itu. Oh Tuhan, apa yang sudah Clara lakukan?
Romansa
97.2K viewsCompleted
Read
Add to library
PREV
1
...
345678
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status