KAU MENDUA AKU PUN SAMA
“Oh ya? Kamu bohong kan, Khai? Kalau memang ciu man itu tak ada artinya, kamu takkan menghindariku,“ sanggahnya.
“Memangnya menurutmu ci uman itu ada artinya, Ric?“ cibirku.
“Sejak kapan dua ci-uman ber-arti untukmu, Ric?“ lanjutku tajam. Dia menatap tak berkedip.
“Kalau perempuan itu bukan kamu, sudah pasti ci-uman itu tak ada artinya. Tapi denganmu, semuanya ada artinya,“ katanya.
Aku tertawa garing mendengarnya.
“Kamu pasti berbohong kan? Seorang Aric yang tampan, digilai banyak wanita, yang flamboyan, pasti sudah sering melakukannya. Bahkan mungkin pernah melakukan yang lebih dari ci-uman. Tapi kenapa kamu tak bisa melupakan dua ci-uman denganku?“ ujarku sinis.
Hot Chapters