Saudara Angkatku, Rivalku
Ciuman itu bukan dipicu oleh cinta, melainkan oleh keputusasaan, penyesalan, dan rasa takut kehilangan yang mendalam.
Elira terus memberontak, kepalanya menggeleng keras, tangan dan sikunya mendorong dada Respati. Ia ingin berteriak memanggil mertuanya, tetapi ciuman Respati yang mendesak membungkamnya.
Rasa cemas dan marah membanjiri dirinya, ia tidak menyangka Respati akan menggunakan kekerasan fisik seperti ini.
Ciuman Respati tidak melunak. Sebaliknya, saat ia merasakan perlawanan Elira, keputusasaannya semakin menjadi-jadi.
Hot Chapters