Gairah Liar Perselingkuhan
Ciuman itu bukan hanya ciuman fisik, tapi juga ciuman jiwa, sebuah sumpah diam yang diucapkan tanpa kata.
“Aku tahu ini bukan saat yang tepat,” lanjutnya, suaranya merendah, menatapku penuh harap, matanya yang indah kini dipenuhi dengan permohonan yang murni dan tulus. Cahaya redup dari lampu tidur memantul di bola matanya, membuat kilatan kelembutan dan kesedihan di sana semakin terlihat jelas. “Tapi aku tidak bisa menyimpannya lagi. Aku sedih melihatmu seperti ini. Kamu hancur karena wanita yang tidak pernah benar-benar menghargaimu. Wanita yang telah menyakitimu berkali-kali, yang membuatmu terpukul hingga tak berdaya.”