Ada satu film horor rumah sakit yang bikin aku masih merinding kalau ingat—'The Autopsy of Jane Doe'. Gak cuma setting rumah sakitnya yang claustrophobic, tapi konsep autopsi mayat misterius bikin semuanya terasa intimate dan ngeri banget. Adegan-adegan jump scarenya gak murahan, dibangun lewat atmosfer yang pelan-pelan mencekik. Sound design-nya juara, suara detektor jantung sama gemeretak alat bedah bikin degup jantung ikut kencang.
Yang bikin lebih parah, film ini pinter banget mainin rasa penasaran. Setiap bagian tubuh Jane Doe yang dibedah itu kayai membuka pintu neraka baru. Aku ingat betul ngerasain betapa canggungnya nonton ini sendirian di kamar—lampu dimatikan, headphone dipasang, dan penyesalan datang di menit-menit pertama.