Jerat Cinta Mafia Hyper
Aku, Ayu Chintya, gadis Bali yang takut pada kecoa, kini berdiri mengacungkan pistol ke arah enam pasukan khusus.
"JANGAN MENDEKAT!" teriakku histeris di tengah hujan. "AKU AKAN MENEMBAK! AKU BERSUMPAH AKU AKAN MENEMBAK!"
Salah satu pria itu—yang paling depan—menurunkan senjatanya perlahan. Ia mengangkat kedua tangannya, menunjukkan telapak tangan kosong.
"Chintya," suaranya tenang, berat, dan berwibawa. "Turunkan senjata Anda. Kami bukan musuh."