Ada kalanya hubungan yang sudah mulai retak menunjukkan tanda-tanda samar yang bikin kita bertanya-tanya. Misalnya, pasangan tiba-tiba sangat protektif dengan ponselnya, selalu membalikkan layar atau membawa gadget ke mana-mana bahkan ke kamar mandi. Mereka juga mungkin mulai sering 'hilang' tanpa penjelasan yang masuk akal—katanya meeting dadakan, tapi ternyata cuma nongkrong di café. Yang paling nyebelin, mereka jadi super sensitif kalau ditegur, langsung defensive atau malah balik nyalahin kita yang 'terlalu posesif'.
Di sisi lain, mereka tetap ngotot nggak mau putus, entah karena masih sayang (versi mereka), belum nemu pengganti yang lebih baik, atau sekadar nyaman dengan status 'punya pasangan'. Ironisnya, justru sikap nggak jelas begini yang bikin hubungan jadi toxic. Kalau udah begini, worth it nggak sih bertahan?