Sang Kupu-Kupu Malam
Mereka duduk di meja paling belakang, dan Arman memesan dua gelas alkohol, memutuskan untuk menenangkan diri mereka dengan sesuatu yang bisa mengalihkan pikiran sejenak.
Keduanya terdiam sambil menunggu minuman datang. Elora bisa merasakan suasana antara mereka mulai mencair. Ia menatap gelas yang terisi cairan cokelat keemasan itu dengan pandangan kosong. Wajah Arman tampak lebih rileks, meskipun matanya masih tertekan, penuh dengan pertanyaan yang belum terjawab.
Begitu gelas pertama mereka datang, Arman mengangkatnya. “Untuk bertahan hidup, Elora,” katanya sambil tersenyum, meskipun senyum itu terkesan lebih getir dari yang ia harapkan.
Hot Chapters