Cinta Pengganti
“Lebih baik terluka sekarang, karena aku bisa lebih mudah ngobatinya. Daripada waktu dia sudah beranjak remaja, bakal susah karena egonya sudah mulai memberontak. Contohnya kita, sampai nekat kawin lari cuma karena … sudahlah, Gar. Lebih cepat ini selesai, lebih baik lagi. Aku nggak mau nyimpan beban lama-lama.”
“Kasih aku waktu bicara sebentar sama Duta,” pinta Garry masih berusaha membatalkan pertemuan tersebut.
“Aku nggak mau,” tolak Kiya. “Kalau kamu nggak mau ngantar, aku bisa pesan taksi. Tapi, aku nggak akan ngerubah rencana hari ini.”
“Kamu itu, ibu yang kejam!”