Gairah Liar Perselingkuhan
Tanpa ragu, aku mendorong kejantananku yang tebal dan panjang ke dalam liang kenikmatannya yang basah dan sempit.
Serenity menjerit, sebuah jeritan kenikmatan murni yang bercampur dengan kejutan. Jeritan itu tidak hanya datang dari mulutnya, tapi juga dari setiap serat tubuhnya saat dia dipenuhi dari dua arah—mulutnya masih sibuk di payudara Tanika, sementara aku menghantamnya dari belakang. Liangnya mencengkeramku erat, kehangatan dan kelembapannya menggila. biji kecilnya yang besar tertekan oleh setiap doronganku, membuatnya menjerit lagi, kali ini lebih keras, lebih lepas.
“Achhh, Kai!” Serenity megap-megap, kepalanya bergerak-gerak di dada Tanika, matanya terpejam erat.