Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Setelah Aku Mati, Suamiku Menyesal

Setelah Aku Mati, Suamiku Menyesal

"Ayah, kapan ayah pulang? Ibu terbaring di ranjang dan nggak bergerak!" Putraku menelepon Michael sambil terisak-isak hingga sulit bernapas. "Panggil saja kalau dia nggak bangun! Dasar pemalas, nggak kerja di rumah juga cuma malas-malasan seperti babi pemalas." "Cari saja ibumu kalau ada apa-apa. Aku sibuk kerja, jangan ganggu aku!" Usai bicara, Michael dengan kesal langsung memutus teleponnya. Saat itu, dia sedang sibuk bermesraan dengan sekretarisnya, sama sekali tidak punya waktu untuk pedui padaku. Hanya saja, dia tak tahu bahwa aku sudah meninggal. Aku tak akan pernah muncul lagi di hadapannya, tapi dia malah memeluk fotoku sambil menangis, memohon agar aku tidak pergi.
Baca
Tambahkan
Bukan Bonekamu Lagi

Bukan Bonekamu Lagi

Malam ketika Adriel diangkat menjadi bos Keluarga Mahendra, aku memberinya keperawananku. Dia adalah pewaris yang sudah dijodohkan denganku bahkan sebelum aku bisa bicara. Kami berciuman di depan jendela besar yang menjulang dari lantai sampai langit-langit, tubuh kami saling terjerat dalam panas lembap senja itu. Sentuhannya yang kasar dan tergesa-gesa membuatku sakit, tapi aku tidak menjauh. Bahkan rasa sakit itu terasa suci, seperti pengorbanan yang rela aku lakukan demi cinta. Tenggelam dalam panasnya momen itu, dia berjanji akan memberiku sepasang sepatu kristal paling indah, supaya aku bisa berdansa waltz pembuka bersamanya di upacara penobatannya keesokan hari. Tarian pertama selalu dipersembahkan untuk bos baru dan calon pengantinnya. Aku menangis bahagia, yakin bahwa tahun-tahun penantian diam-diamku akhirnya akan berakhir seperti dongeng. Tapi aku salah. Teramat salah. Keesokan paginya, aku memaksa tubuhku yang masih nyeri untuk keluar membeli ekspresso kesukaannya. Saat aku kembali, aku mendengar para lelaki bercanda. "Jadi kamu akhirnya tidur dengannya? Bagaimana rasanya bersama Vivian di malam pertamamu sebagai bos?" Suara Adriel terdengar malas penuh ejekan. "Wajahnya seperti malaikat, tubuhnya seperti iblis. Di ranjang, dia benar-benar seperti ular kecil yang menggoda." Ruangan itu langsung riuh oleh siulan-siulan genit. "Jadi, kamu benar-benar akan menikahinya, Bos Muda?" "Serius kamu pikir begitu?" Adriel mencibir. "Vivian cuma pemanasan. Setelah aku cukup berlatih, aku akan menaklukkan si putri es Keluarga Santoso. Kalau nanti aku bosan, aku selalu bisa kembali padanya dan menikahinya." Aku berdiri terpaku di ambang pintu, pandanganku mulai kabur, cangkir kopi di tanganku bergetar. Sebelum dunia gelap di mataku, aku sempat mengirim pesan sandi untuk Bos Indra Wijaya. [Om Indra, untuk promosi yang akan berlangsung tiga hari lagi, tolong pindahkan aku. Sejauh mungkin dari Adriel.]
Cerita Pendek · Mafia
7.2K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Tunanganku Meninggalkanku Demi Cinta Pertamanya

Tunanganku Meninggalkanku Demi Cinta Pertamanya

Saat aku dan cinta pertama tunanganku terjatuh dari gedung bersamaan, sebagai seorang dokter, tunanganku lebih dulu menyelamatkan cinta pertamanya. Sementara aku yang sedang mengalami pendarahan hebat dibiarkan menunggu ambulans. Di ambang kematian, aku memohon padanya untuk tidak meninggalkanku. Namun, Peter Tanata menendang tanganku dan berkata, “Feli, bisakah kamu sedikit lebih baik? Kamu nggak melihat Julia sudah pingsan? Aku bahkan belum menyalahkanmu sudah mendorongnya jatuh!” Namun, Peter tak akan pernah punya kesempatan untuk menyalahkanku lagi. Karena setelah dia menggendong cinta pertamanya dan pergi, aku dan bayi di dalam perutku mati bersama.
Baca
Tambahkan
Yang Tersisa Setelah Segalanya Usai

Yang Tersisa Setelah Segalanya Usai

Setelah pulang dari perjalanan dinas, Karina menggenggam erat hasil pemeriksaan kehamilannya saat ia mencari suaminya di sebuah ruang VIP di klub. Dia tak sabar ingin memberikan kejutan bahagia itu. Namun, tepat saat dia hendak mendorong pintu, langkahnya terhenti oleh suara-suara yang terdengar dari celah. “Jadi, Jerry, waktu itu kamu menikahi Karina hanya demi melindungi Yuna?” Darah di seluruh tubuh Karina seketika membeku. Dia membatu di tempatnya.
Baca
Tambahkan
Cintamu Bohong, Ya?

Cintamu Bohong, Ya?

Setelah mengalami keguguran lima kali berturut-turut, akhirnya aku konsultasi ke dokter untuk menanyakan alasan mengapa tubuhku tidak mampu mempertahankan janin. Namun, sebelum masuk ke ruangan pemeriksaan, aku mendengar percakapan suamiku dengan dokter di depan pintu. "Obat aborsi yang kamu berikan cukup manjur. Dia sudah keguguran lima kali. Kapan bisa dilakukan operasi pengangkatan rahim? Aku nggak bisa membiarkan Kirana mengandung anakku," ucap Raka. Dia melanjutkan, "Oh ya, tolong resepkan juga obat penguat kandungan untukku. Maya sedang mengandung anakku, aku harus memastikan bayi itu lahir dengan sehat." Dokter berkata, "Tapi kondisi tubuh Kirana sudah sangat lemah selama beberapa tahun terakhir. Kemungkinan besar dia nggak akan pernah bisa hamil lagi." Raka malah menanggapinya dengan santai, "Memangnya kenapa? Justru aku memang mau dia nggak pernah bisa punya anak, makanya aku selalu membuatnya keguguran." "Sudahlah, nggak usah bahas ini lagi. Aku masih harus menemani Maya membeli perlengkapan ibu dan bayi," lanjut Raka. Aku mendengar semua percakapan itu di balik pintu, tubuhku terasa dingin. Aku baru sadar ternyata cinta yang selama ini kupertahankan hanyalah sebuah lelucon.
Baca
Tambahkan
Menikahi Ayahnya Setelah Terlahir Kembali

Menikahi Ayahnya Setelah Terlahir Kembali

Pria idaman yang diam-diam kucintai dan ayahnya sama-sama berada di bawah kendali obat perangsang. Tanpa ragu, aku pun memilih untuk membantu ayahnya. Di kehidupan lampau, aku dipaksa menjadi "penawar racun" pria idamanku dan melahirkan anak untuknya. Namun, dia tidak pernah ada di rumah dan hanya setia pada cinta pertamanya. Dia sangat yakin bahwa aku yang berniat buruk dan sengaja membiusnya agar bisa menikmati malam penuh gairah dengannya. Akibatnya, dia tidak bisa bersama dengan orang yang dicintainya, lalu hanya bisa melihat wanita yang dicintainya pergi dan bunuh diri. Di tahun kelima pernikahan, dia mengemudi dalam keadaan mabuk dan menabrakku serta kedua anakku hingga tewas. Saat terbangun lagi, aku mendapati diriku kembali ke masa ketika mereka berada di bawah kendali obat perangsang. Di kehidupan ini, aku memilih menjadi ibu tirinya ....
Baca
Tambahkan
Penantian Sia-sia, Aku Bukan Orangnya

Penantian Sia-sia, Aku Bukan Orangnya

Aku memohon pada suamiku sampai 99 kali, memintanya menemaniku menonton konser Jay. Pada permohonan ke-100 kali, akhirnya dia membeli dua tiket barisan depan. Aku yang sudah berdandan rapi justru dicegat satpam di pintu masuk karena tidak bisa mengeluarkan tiket. Sampai konser bubar, aku juga tidak berhasil menghubunginya. Berita tentang suami dan pacarnya yang memesan lagu "Sunny Day" pada konser Jay masuk ke trending topic. Di lirik "Sunny Day" tidak ada hujan, karena hanya duniaku yang diguyur hujan deras.
Baca
Tambahkan
Penungguan Berakhir Pahit

Penungguan Berakhir Pahit

Cecil Wijaya dan Bryan Jayadi akan menikah setengah bulan lagi. Namun, di saat seperti ini, Bryan kembali berniat menunda pernikahan mereka. Hanya karena penyakit adik tiri Bryan, Yovita Baskara, kambuh lagi. Wanita itu menangis meminta Bryan meninggalkan segalanya untuk menemaninya pergi ke Malde melihat laut. Pernikahan ini sudah dipersiapkan selama dua tahun, jadi Cecil tidak berniat menunggu lebih lama lagi. Karena Bryan tidak ingin menikah, Cecil akan mengganti mempelai prianya.
Baca
Tambahkan
Cahaya yang Tertunda

Cahaya yang Tertunda

Baru saja masa nifasnya usai, Winda Baskoro menggendong bayinya ke Dinas Kependudukan untuk mengurus kartu keluarga. "Pak, nama anakku Alex Harto." Petugas itu mengetik beberapa kali pada keyboard, tetapi dahinya makin berkerut. "Di kartu keluarga Tama Harto, sudah tercatat seorang anak bernama Alex Harto." Winda tertegun, mengira dirinya salah dengar. "Nggak mungkin, anak kami baru genap sebulan!" Belum selesai bicara, ponsel di sakunya bergetar. Saat dia membuka layar, terlihat foto dari asisten Tama, Sania Marsudi. Dalam foto itu, Tama merangkul pinggang Sania dengan tangan kiri, sementara tangan kanannya menggendong bocah laki-laki sekitar lima atau enam tahun. Ketiganya berdiri di depan gerbang TK, tersenyum begitu cerah hingga menyilaukan mata. Di papan nama yang tergantung di dada bocah itu, tertera jelas namanya, Alex Harto.
Cerita Pendek · Romansa
20.5K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Sebelumnya
1
...
1516171819
...
50
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status