Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Emergency Couple

Emergency Couple

Naya meremas sticky notes dengan kalimat keterlaluan itu, kembali membaca tulisan selanjutnya dengan mata yang sudah memerah menahan tangis. 'Saya yang memakai kamu. Jadi, menikah dengan saya adalah jalan satu-satunya. Kecuali kalau kamu memang ingin melihat keluargamu bersedih tentang keputusan bodoh kamu yang ingin hidup sebatang kara di kota orang!' ***
1.6K viewsOngoingAdded to Library 39 Times as desperate measures
Read
+Library
Tersesat

Tersesat

Dia merasa ada yang hampa, "bapak sekarang tidak ada bersama kita." "Sudahlah Nduk, yang penting bapak sudah baik-baik saja," jawan Kasumi sambil membimbing Nay masuk rumah. Nay menghela nafas berat. Mulai hari ini Nay dan Najwa mulai memetakan jalan keluar dari masalah yang sedang mereka hadapi. Mulai membuat planing, planing A, B dan C untuk menyelesaikan. "Kita harus menyusun rencana yang matang, Nduk," ucap Nay.
104.4K viewsOngoingAdded to Library 92 Times as desperate measures
Read
+Library
NEVER ENOUGH

NEVER ENOUGH

mental breakdown, Lisa seketika murung dan ingin menangis. "aku sedang sibuk sekarang" Hening... Devan masih mencoba fokus dan sebisa mungkin tidak terganggu dengan presensi Lisa yang murung di tempat duduknya. "Aku minta maaf van" "Kumaafkan" "Devan-"
103.8K viewsOngoingAdded to Library 98 Times as desperate measures
Read
+Library
URGENT MARRIAGE

URGENT MARRIAGE

timpal Shan meremehkan. Sambil berjalan masuk, pria itu menaruh laptop di meja kerjanya, lalu tangannya meraih tali dasi yang menjerat lehernya seharian ini. Ia membuka kedua sisi kancing kemeja dan menggulungnya sampai siku, lantas duduk bersila di depan Naura yang masih manyun. Tak lupa kotak tisu yang terletak di atas nakas ia bawa dengan berniat menghapus noda kuteks yang sedikit melenceng.
102.1K viewsOngoingAdded to Library 80 Times as desperate measures
Read
+Library
Un-Desirable Marriage

Un-Desirable Marriage

Kalau bisa, dia pun ingin melempar Maritza ke kolong lemari dapur yang terlihat sudah penuh lapuk dan mungkin saja kecoa. “Sudah, sudah, tidak ada gunanya kalian bertengkar seperti itu di saat seperti ini. Kita sudah jadi begini. Maritza pun sudah jadi begini. Tidak bisa lagi menggugurkan kandungannya saat ini.” Mrs. Milly terlihat kesal dan dongkol. Tapi saat melanjutkan ucapannya, dia melihat sekeliling terlebih dahulu dan berkata dengan suara lirih.
9.928.4K viewsCompletedAdded to Library 879 Times as desperate measures
Read
+Library
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status