Obat Yang Diberikan Ibu Tiriku
Langsung kuraih tangan Keynan dan menggenggamnya kuat.
"Ini yang pengen dekat dedeknya apa ibunya?" Keynan merespon. Ia malah mencondongkan badannya makin mendekatiku.
"Dua-duanya," jawabku lebih berani.
Aku tantang kamu Key, kalau dengan cara ini kamu bisa melupakan wanita masalalumu itu. Kenapa enggak. Toh aku ini halal untuknya. Bukankah sebuah pahala ya, kalau melayani suami dengan baik. Tentang piciknya, egoku. Itu urusan belakangan. Sekarang yang kuinginkan hanya cintanya Keynan. Dan tentang rahasia pernikahan kami, rahasia itu Keynan hanya menyebutnya saat berada di luar rumah. Kalau sekarang 'kan aku sama dia lagi ada di kamar. Nggak pa-palah kalau sedikit mengingkari.