Mag-log inNaina meminta kesempatan kedua kepada Tuhan agar bisa membalas sakit hatinya kepada suami dan keluarganya ketika ia berada di ujung maut karena mobil yang dikendarainya masuk jurang. Ia bersumpah akan membalas semuanya tanpa ampun jika ia kembali lagi ke masa lalu. Mampu kah Naina membalas dendamnya
view more第1話 あいつ、獣かよ
「瑛士さま……あたし、あなたのこと、だぁいすき…」
甘ったるい声が、骨まで震わせる。
「どれくらい? こう……それとも、こうやって……」
かすれた低音に、女の頬はさらに紅潮した。
……
「ノクターンのゴールドVIPルーム。見たいものが見られるわよ」
橘美月(たちばな みづき)の指先は白くなっていた。スマホをどれほど強く握りしめているか、一目瞭然だった。
漆黒の瞳の奥で、暗い流れが渦を巻いている。金色の扉を、彼女は丸一分間見つめ続けていた。
目を閉じて、開く。すべての感情が消え去り、絶世の美貌が冷たさに包まれた。
彼女が足を振り上げて蹴り飛ばすと、重厚な扉は一瞬で蹴り開けられた。
薄暗く退廃的な部屋の中でも、彼女の視界は遮られない。目に入ったのは、いわゆる婚約者なる男が、体にぴったりと溶け込むようになまめかしい女を抱きしめ、夢中で口づけを交わす姿だった。
あまりにも目を覆いたくなる光景だった。
これだけ大きな物音にも、二人はまったく気づかない。いかに没頭していたかがうかがえた。
本来なら怒りに震えるはずの美月だったが、彼女の心は奇妙なほど静まり返っていた。
美月は無言で、この現実版アダルトビデオの生中継を眺め、口元にゆっくりと嘲笑の弧を描いた。
いくら熱演されても、タダで見続ける気にはなれなかった。文字通り、目が汚れる。
彼女はゆっくりと歩み寄り、手近なローテーブルから酒瓶をつかむと、そのまま頭めがけて振り下ろした。
ガシャン──
陶酔しきっていた二人の頭から酒が降り注ぎ、砕けたガラス片が四方に飛び散った。
「きゃあああああっ……!」
長く尾を引く悲鳴が、鼓膜を突き破らんばかりに響き渡った。
「どこのクソ野郎だ、死にてえのか……!」
殴られて目の前がチカチカする桐生瑛士(きりゅう えいじ)は怒り狂った──が、振り返りざま、半分陰った顔ですら目を奪われるほど美しいその顔を見た瞬間、
一瞬で取り乱し、慌てて腕の中の女を突き飛ばした。
立ち上がると、服とズボンがずり落ちた。慌てふためいて適当に身につける。
「……美月、話を聞いてくれ……」
美月の手を掴もうとした。
しかしズボンをきちんと締めていなかったため、立ち上がった途端にまた落ちてしまい、仕方なく手を引っ込める。
顔は青くなったり赤くなったり。
「美月、見たままじゃないんだ、説明させてくれ……」
美月は腕を組んで、一歩後退した。
二人の距離を開ける。
「ふん。瑛士、ホテルも取らずに、そんなに待てなかったわけ?」
目には嘲りの色がありありと浮かんでいた。
瑛士の顔は赤くなったり青ざめたり。彼は慌てふためいた。
「美月、家に帰ってちゃんと説明するから……」
美月は目の前の男が生臭くてたまらず、これ以上自分の鼻を虐めるのはやめにした。
そして無表情で言い放った。
「瑛士、あんたとは終わりよ。婚約は破棄する。そうそう、クズ男とゲス女、どうぞ永遠にロックオンしてくれて結構よ」
そう言い捨てると、彼女はそのまま外へ向かった。
瑛士は彼女が去ろうとするのを見るなり、思わず手を伸ばした。
だが、美月がその汚い手で触れられるのを許すはずがない。
美月はその場で振り返りざま、蹴りを放った。テコンドー黒帯の脚力は、常人に耐えられるものではない。
瑛士はまともに蹴り飛ばされ、起き上がれなくなった。
「きゃっ! 瑛士さま……大丈夫!? しっかりして……!」
真由が悲鳴をあげ、這うようにして駆け寄った。
美月は冷ややかに鼻で笑い、そのまま真っ直ぐ外へ歩き出した。
入口に着くなり、大勢の男たちに行く手を阻まれた。
美月はその若い道楽者たちを見渡した。瑛士の悪友連中に違いなかった。
田辺翔太(たなべ しょうた)が自分の鼻をさすった。
「あー……その、何も見てねえから……」
そして、底知れぬ黒い瞳に見つめられ、彼は黙って道を譲った。
他の連中も同じだった。全身から怒りの炎を放つ女など、とても敵に回せない。
美月は彼らを冷たく一瞥し、その間をすり抜けて外へ出た。
誰もが無意識に、しなやかに揺れる肢体を見つめ、こっそりと唾を飲み込んだ。こんな爆発的なスタイルに耐えられる男がいるのか。
清純と妖艶を兼ね備えた絶世の美貌を思い浮かべれば、まさに骨の髄まで溶かす美女だった。
瑛士のあの獣が、よりによって浮気するとは到底信じられなかった。
Tian mendengus kesal mendengar teriakan Nadin dari atas balkon rumah Naina. Naina yang malu langsung cepat-cepat memasuki rumahnya tanpa berpamitan lagi pada Tian. "Dasar calon adik ipar durhalim! Kalau bukan adiknya pujaan hati sudah aku tenggelam kan di selokan depan rumah! " gerutu Tian sembari masuk ke dalam mobilnya. Sedangkan orang yang di sebutkan tadi tertawa cekikikan di dalam kamar nya karena dugaan nya pasti Tian sedang mengumpat nya karena kesal. "Seru juga ngerjain tuh bujang lapuk! Ternyata pesona janda cantik kayak kakak ku memang sangat hebat! Apalagi jandanya janda yang masih bersegel, pasti klepek-klepek tuh bujang lapuk karena mendapatkan doorprize tidak disangka sangka! Hihihihi... " gumam Nadin sambil tertawa cekikikan. "Gimana nya ekspresi Bang Tian saat tau Kak Naina masih bersegel? Pasti lucu lihat wajah shock nya itu! Jadi gak sabar lihat mereka nikah! Pasti tuh bujang lapuk cengengesan kayak orang gila karena baru mendapatkan durian runtuh! Hahahaha... "
"Kalau kamu kriteria cowok idaman mu seperti apa? " tanya Dewa balik ke pada Nadin. "Hemmm apa ya... Setia kali ya? Penyayang, loyal dan gak main tangan jika sedang marahan sama istrinya jika sudah menikah nanti! " jawab Nadin dengan senyum-senyum sendiri membayangkan semua itu. "Oh ya masuk kak yuk kedalam! Aku lapar nih! Marah-marah tadi bikin perut aku lapar lagi! " ajak Nadin sambil mengelus perutnya yang memang mulai keroncongan. "Gak usah ke dalam! Di depan sana ada warung tenda nasi uduk, enak banget pokoknya! Itu kalau kalau kamu mau makan di tempat seperti itu? " ucap Dewa dengan agak sanksi mengajak Nadin makan di tempat favorit nya jika di daerah ini. "Wah, beneran enak Mas? Kuy lah kita ke sana! " sahut Nadin dengan sumringah. "Duh, jadi ngiler makan nasi uduk pakai nila bakar dan sambal nya yang pedes! Ayo Mas cepetan! Udah gak sabar aku! " ucap nya lagi sambil menarik tangan Dewa dan menggandeng nya berjalan ke luar hotel berjalan kaki. Dewa panas dingin di perlaku
"Udah, udah... Gak perlu menegangkan urat hanya untuk orang yang seperti ini! Ayo kita keluar saja! Oh ya, terimakasih atas basa basi elo sama gue! " lerai Dewa ikut berdiri dan menggenggam tangan Nadin. Ia langsung membawa Nadin keluar setelah mengucapkan terimakasih kepada pasangan tersebut. "Mau kemana mereka? Kenapa Nadin marah-marah sama pasangan itu? " kata Naina dengan kening berkerut. "Iya, kenapa adik kamu marah-marah sama Pras ya? Tapi, gak aneh sih! Pras kan suka banget bikin gara-gara! " ucap Karina ikut menimpali perkataan Naina. "Serem banget adik kamu itu! Galak dan judes banget! " sahut Juan dengan bergidik ngeri. "He.... He... He... Maklum lah jiwa muda! Gampang banget emosian! " jawab Naina dengan tersenyum kikuk. Naina melirik ke arah Dewa membawa Nadin dengan sangat gelisah. "Gak usah gelisah gitu! Dewa gak bakalan ngapa-ngapain Nadin! Dewa bukan orang yang memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan! " hibur Tian yang mengerti kekhawatiran Naina. "Aku bukan
"Jes, mendingan elo minta maaf gih sama Naina daripada Bu Inggrid datang kesini! Emang elo mau Bu Inggrid memarahi elo di depan orang banyak kayak gini? Atau elo mau reputasi elo sebagai anak emasnya Bu Inggrid lepas dan elo gak punya bekingan lagi? " ucap Karina dengan santai kepada Jessi yang masih saja tegak mematung. Jessi mendongakkan kepala nya mendengar ucapan Karina dengan ekspresi kaget. "Ayolah Jes, ikutin aja apa kata Karina itu! Gue gak mau Jes gara-gara kejadian ini pernikahan gue sama Niko gagal! Ayolah Jes! Ayolah! " bisik Marta dengan wajah memelas menyenggol pelan lengan Jessi. "Sialan! Awas aja loe perempuan ninja! Kalau bukan elo pemilik hotel ini, gue ogah merendahkan diri gue di hadapan elo-elo semua! Bagaimana pun gue gak rela jika Ibas milih elo! Awas aja loe, tunggu pembalasan gue! " geram Jessi dalam hatinya dengan tangan terkepal. Jessi merutuk dalam hatinya dengan wajah menunduk. Perlahan ia berjalan ke depan Naina kemudian mengangkat wajahnya agar semua
"Apa yang kau lakukan di sini? " tanya Tian kepada Naina. "Aku baru saja menjenguk Sania di ruangan ICU ! " jawab Naina dengan jujur. "Kenapa kau masih mau meluangkan waktu berharga mu untuk menemui perempuan yang sudah menghancurkan rumah tangga mu? " tanya Tian lagi dengan wajah heran. Sungguh ia
"Ha.... Ha.... Ha.... Kau itu memang sangat bodoh! Apa kau pikir dengan tanda tanganku di kertas itu bisa dengan mudah perusahaan ku menjadi milik mu? Aku bisa saja memberikan tanda tanganku, tapi apakah kau bisa mendapatkan tanda tangan dewan direksi dan pemegang saham untuk menjadikan mu Presdir?
Dzaki kaget mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Naina. "Apa maksudmu berkata seperti itu? Mereka itu bukan orang lain, tapi Mama dan adikku. Yang tidak lain adalah mertuamu dan ipar mu! " ucapnya dengan nada kesal. "Kenapa kau malah kesal padaku? Apa yang di alami Mama dan adik mu itu adalah
Semua orang yang ada di aula tersebut terkejut mendengar ucapan Nadin tidak terkecuali Karina dan Sadewa yang belum mengetahui siapa sosok Naina. Marta menyenggol lengan Jessica dengan wajah pucat pasi. Ia benar-benar tidak tahu jika perempuan bercadar yang di bawa Tian adalah pemilik hotel yang mer












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Rebyu