MENANTU IMPIAN IBU
Kembali dia merasakan sensani yang berlebih di jiwa lelakinya.
"Sudah kering, aku mandi duluh." Dilan mengalihkan pikirannya.
"Heem. Bau."
"Ih, mana ada aku bau. Sini,.." Dilan meraih Dini dan membenamkan wajah Dini di tubuhnya.
"Ih, lepasin. Bau!"
Dilan terkekeh.
"Dilan, nanti ada rekan bisnis mama, kamu jangan biarkan dia keluar. Suruh Bi Ima temani dia." Tiba-tiba saja Giani datang.