Pesugihan Kandang Bubrah
Tanah dibalik.
Jatinegara ikut membantu, membawa benih bunga matahari dan melati putih yang dibelinya dari pasar minggu lalu. Tangannya kotor, bajunya belepotan tanah, tapi senyumnya membuat hati Lila hangat.
Di sela mereka menggali tanah, Lila menemukan sesuatu.
Sebuah papan kecil, usang, patah di ujungnya. Di permukaannya tertulis samar dengan tinta yang nyaris hilang: