Dari Luka Menuju Kebebasan
Alena tidak menarik tangannya, melainkan membiarkan kehangatan Darian mengalir melewati kulit mereka yang bersentuhan.
Mobil melaju menembus jalanan yang ramai dan menyeberangi jembatan. Bayangan dermaga perlahan-lahan mulai terlihat. Jantung Alena juga berangsur-angsur berdebar kencang.
Di sana, ada kapal menuju Pulau Isla, ada Linda dan penduduk pulau yang menunggunya, ada tambak mutiara yang perlu direkonstruksi, dan kehidupan barunya.