SELUMBARI
Aku menggeleng.
“Aku tidak sebaik itu.”
***
Malam datang lagi—sama seperti sebelum-sebelumnya, menelan sisa-sisa cahaya senja di ufuk Barat. Kali ini langit tampak sendu, tidak ada satu pun bintang berkelip yang muncul. Bulan juga tidak menunjukkan sinarnya, sehingga langit sangat gelap, bukannya biru dongker. Angin malam bergerak cepat dan menyebarkan hawa dingin. Walau jendela di seluruh ruangan terkunci rapat dan tertutup gorden, hawa dingin masih terasa.
Hot Chapters