Menikah dengan Sahabat
Namun, tak ingin terus digoda, Dita duduk tegak menghadap Radit.
“Nih, gue liat! Cuma dada, ‘kan?” Dita mendongak menatap Radit, seperti menantang. Padahal, jantungnya serasa mau copot.
“Napa liatnya ke muka gue? Turun, donk ….”
Dita menelan ludah. Perlahan ia turunkan pandangannya, tepat ke dada bidang Radit. Tanpa sadar ia terpesona melihat otot perut yang tampak kekar.