Tuan, Aku Hamil!
Hembusan napasnya terasa begitu dekat di bibirku, dan sebelum aku sempat berpikir lebih jauh, bibirnya yang lembut menyentuh bibirku.
Ciuman itu lembut, namun penuh dengan intensitas yang tak terduga. Sentuhannya halus, tapi ada kehangatan yang luar biasa, seolah dia ingin menyalurkan semua perasaan yang selama ini mungkin dipendamnya. Bibirnya bergerak pelan, penuh dengan rasa yang sulit kugambarkan—perpaduan antara kehangatan dan hasrat, seolah setiap gerakan bibirnya melukiskan sesuatu yang lebih dalam dari sekadar ciuman.