DIMADU DENGAN SAHABAT SENDIRI
Memang secara materi, keluarga Citra dan Firman tak banyak berubah.
Kini, Citra merasa bodoh. Buat apa sering lembur dan keluar kota, meninggalkan keluarga, tapi tidak ada perbedaan berarti secara materi? Apa yang sebenarnya dicari? Justru malah terjerumus kepada kebodohan yang berujung kehancuran seperti ini? Hidup dipenuhi kebohongan?
“Pak Parman, kalau fotonya sudah dibersihkan, segera dipasang lagi. Keburu nanti tamunya datang,” perintah Papa Firman.
Hot Chapters