Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Antara Aku Dan Kamu

Antara Aku Dan Kamu

Naya yang belum ikut duduk hanya bisa berdiri mengusap rambut Damian dengan lembut. "Nayaka, kamu bisa berjanji kepada saya?" tanya Damian. "Janji apa?" "Janji dulu!" paksa Damian. "Yah, aku janji sama kamu." Damian merasa lega mendengar ucapan Naya, lalu bibirnya berbisik perlahan yang mampu di dengar oleh Naya sendiri. "Jangan pernah ninggalin, saya Nayaka. Bahkan jika kamu tidak mencintai saya, tolong jangan lakukan itu kecuali ... kamu jatuh cinta kepada pria lain."
3.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai puisi sementara kita saling berbisik
Baca
+Pustaka
Sampai Kapanpun, Aku Tetap Milik Ibuku

Sampai Kapanpun, Aku Tetap Milik Ibuku

Tiba saatnya kita saling bicara Tentang perasaan yang kian menyiksa Tentang rindu yang menggebu Tentang cinta yang tak terungkap Sudah terlalu lama kita berdiam Tenggelam dalam gelisah yang tak teredam Memenuhi mimpi mimpi Malam kita Duhai cintaku, sayangku, lepaskanlah Perasaanmu, rindumu, seluruh cintamu Dan kini hanya ada aku, dan dirimu Sesaat di keabadian.
1033.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 977 kali sebagai puisi sementara kita saling berbisik
Baca
+Pustaka
Autophile

Autophile

Rasa sesak yang membelenggu hati Menyeruak di dalam sanubari Hanya goresan pena berisi sajak tak berarti Tentang rindu yang begitu menyiksa diri Teruntuk kamu, Yang selalu dirindui Namun tak pernah mengetahui Malam sudah mulai pekat, sang rembulanpun sudah mulai muncul bersama para bintang yang senantiasa menemani. Aku di sini menatapnya tajub, diiringi suara jangkrik di tengah remang-remang malam yang sunyi. Tiba-tiba ponselku yang berada di kasur berdering. “Halo, assalamualaikum, ma,” jawabku antusias.
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai puisi sementara kita saling berbisik
Baca
+Pustaka
EGO

EGO

Mae Takataereseleros
Di ruang sembilu ku titip rindu Kepada tuan yang entah dimana kini ia berlabuh Akan ada waktu untuk biduk patah kembali tegak Menunggu meski entah sampai jantung tak berdetak Harusnya yang datang terlambat tak perlu pergi dengan cepat. Tapi kenyataan tidak ada yang bisa memastikan. Jika kumpulan bonsai di teras depan mampu katakan. Tentu, Elzora tak akan kesepian. Bisik-bisik gerimis pun hanya turun sesekali. Padahal ia tahu, kehadirannya menjadi alasan gadis itu mampu meredam amarah. Secangkir kopi jadi teman ngobrol yang paling mengasyikan, meskipun sendirian. Tanpa permisi, terdengar suara klakson dari gerbang depan. Memecah fokus dari suara lagu Be Who You Are. Mengejutkan Elzora yang se
4.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 135 kali sebagai puisi sementara kita saling berbisik
Baca
+Pustaka
Pernikahan Sementara: Diam-diam Aku Mencintainya

Pernikahan Sementara: Diam-diam Aku Mencintainya

“Kamu beneran mau kalau kita asing setelah perceraian.” “Ya.” “Kita bisa saling menyapa satu sama lain saat kita bertemu.” “Aku nggak bisa. Apa yang sudah berakhir harus benar-benar berakhir. Maka dari itu, kalau kita masih punya waktu untuk bertahan. Maka kamu harus bertahan, Maudy.” “Aku takut selama ini aku bebani kamu.” “Nggak ada pemikiran yang seperti itu.” “Kalau begitu, peluk aku! Aku mau tidur.”
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai puisi sementara kita saling berbisik
Baca
+Pustaka
Pernikahan tanpa Bahagia

Pernikahan tanpa Bahagia

Dan ia berbisik, setengah pada dirinya sendiri, setengah pada angin malam yang berembus: > “Selalu, Rani. Selalu.” ---
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai puisi sementara kita saling berbisik
Baca
+Pustaka
Saat Kau Pergi Tanpa Mengucap Kata Perpisahan

Saat Kau Pergi Tanpa Mengucap Kata Perpisahan

Bayi yang sudah kenyang itu mengangkat tangan mungilnya, menggosok-gosok mata. Perempuan itu tampak dengan lembut menyingkirkan tangan itu, lalu bersenandung pelan, meninabobokannya. [Nina bobo, oh nina bobo… Kalau tidak bobo, digigit nyamuk…] …. Baskara menahan napas. Sosok perempuan di depannya… seolah berubah menjadi sosokku. Aku yang duduk di bawah pohon besar di halaman rumah sambil memeluk Dimas dan bersenandung.
10.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 401 kali sebagai puisi sementara kita saling berbisik
Baca
+Pustaka
Cinta kita bersemi lagi

Cinta kita bersemi lagi

oh iya bagi yang mau tau lebih jauh tentang aku ya bisa chat saja lah ya "Di setiap akhir yang ditempuh, selalu ada awal baru yang menyambut dengan senyuman tak terucapkan. Dan dalam detak jantung yang terus berdenyut, cerita mereka hidup terus, bahkan ketika halaman terakhir telah tertutup." "Hidup bukanlah tentang menemukan akhir yang sempurna, melainkan tentang merenungi setiap jejak yang ditinggalkan di jalan. Begitulah cerita ini – tak pernah benar-benar berakhir, hanya beristirahat untuk terus dikenang."
613 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16 kali sebagai puisi sementara kita saling berbisik
Baca
+Pustaka
Menulis Surat Perpisahan di Malam yang Hening

Menulis Surat Perpisahan di Malam yang Hening

dan menyodorkan mikrofon ke tangan mereka. "Meskipun takdir berliku ...." Ketika menyanyikan bagian chorus, Axel tiba-tiba berbalik menghadap Windy. Lampu-lampu berwarna di ruang karaoke memancarkan bayangan di matanya. "Karena cinta, hati tak mudah terluka." Tatapan Axel begitu fokus sehingga jantung Windy berdebar kencang. Ketika menyanyikan lirik "aku masih tetap bisa tergila-gila padamu kapan pun itu", Windy buru-buru meletakkan mikrofon dan berkata, "Aku ke kamar mandi dulu!"
15.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 525 kali sebagai puisi sementara kita saling berbisik
Baca
+Pustaka
DINIKAHI KONGLOMERAT

DINIKAHI KONGLOMERAT

Di kala jiwaku tak terbatas bebas berandai memulang waktu Hingga masih bisa kuraih dirimu sosok yang mengisi kehampaan kalbuku Bilakah diriku berucap maaf masa yang tlah kuingkari dan meninggalkanmu oh cinta Teman yang terhanyut arus waktu mekar mendewasa masih kusimpan suara tawa kita kembalilah sahabat lawasku semarakkan keheningan lubuk Hingga masih bisa kurangkul kalian sosok yang mengaliri cawan hidupku Bilakah kita menangis bersama tegar melawan tempaan semangatmu itu oh jingga Instrumen mendayu menyelingi jeda. Hingga masih bisa kuraih dirimu sosok yang mengisi kehampaan kalbuku Bilakah diriku berucap maaf masa yang tlah kuingkari dan meninggalkanmu
9.7330.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9.9K kali sebagai puisi sementara kita saling berbisik
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status