Gerbang Neraka: Desa Terakhir
Mereka tak berbicara, tak bergerak, hanya duduk sambil memeluk lutut dan menatap ke tanah, seolah mendengarkan sesuatu yang tak terdengar oleh orang lain.
Di malam keempat, langit berbunyi.
Bukan guntur. Bukan petir. Tapi suara seperti bisikan ribuan mulut berbisik serempak, menyebut nama-nama orang desa satu per satu, dari yang masih hidup sampai yang telah mati.
“Surya…”
“Tama…”
“Kirana…”
“Lusi…”
Bisikan itu masuk ke telinga langsung ke kepala, membuat mimisan dan sakit kepala hebat. Banyak yang menjerit, dan sebagian yang lemah mentalnya menggigit lidah sendiri sampai mati.
Hot Chapters