LORO
Tanya Ardi yang berhenti bergerak dan terus menunggu jawaban gadis yang menggigit bibir bawahnya kuat, menahan sakit dari benda asing yang sudah berkali-kali memasukinya hanya dalam waktu semalam.
"Arimbi atau siapapun yang sedang lo pikirkan, tidakkah mereka tampak buram saat lo merasa sakit seperti ini?" ucap Ardi kembali menghujam begitu kuat, membuat Zizi berteriak berkali-kali sampai Ardi berhenti bergerak dengan nafas tersengal dan tubuh kembali basah dengan keringat. Ia lalu menarik nafasnya begitu dalam.
"Tidakkah ucapan gue bener, Zi? Rasa sakit ini membuat lo lupa," ucap Ardi membuat Zizi menatapinya dengan airmata yang berurai.
Hot Chapters