로그인Kehidupan Dyra Ardianna berubah drastis sejak pertemuannya dengan pria kaya yang berasal dari kota, pria itu bernama Aoran Fritsch. Suatu malam, jalan hidup Dyra berubah drastis setelah melakukan cinta satu malam dengan Aoran. Sebagai gadis yang polos Dyra menyesali perbuatannya, Dyra melarikan diri malam itu. Keesokan hari Aoran terkejut melihat seorang gadis tidur di sisinya tanpa berbusana, gadis itu mengaku bahwa Aoran telah merenggut kesuciannya, karena dipengaruhi alkohol tampaknya Aoran tidak ingat dengan siapa dia tidur. Aoran mengambil tanggung jawab dengan membawa gadis itu ke kota bersamanya, Aoran memutuskan akan menikahinya. Dyra kecewa mendengar kabar bahwa Aoran pergi bersama gadis lain ke kota. Dyra memilih bungkam, ia tidak mengatakan apapun pada Aoran, hingga keduanya harus berpisah. Dua bulan kemudian Dyra mendapati dirinya hamil. Tentu saja kehamilan Dyra membuat warga pulau protes, akhirnya Dyra diusir dari pulau itu. Bagaimanakah nasib Dyra selanjutnya? Ikuti kisahnya.
더 보기"Aoran."Aoran menyebutkan namanya sendiri. Mendengar Ardella memanggil namanya dengan langsung, Aoran sangat tidak suka.Ardella yang tengah terlentang di sofa dibawah tubuh Aoran yang kekar meronta-ronta, dia berusaha untuk terlepas dari genggaman Aoran.Ardella meronta hingga memukul dada bidang Aoran, tetap saja pukulan Ardella tidak membuat Aoran melepaskan dirinya. Semakin Ardella melawan semakin membuat Aoran bertambah agresif. Secepat kilat Aoran menggerakan mulutnya ke bibir Ardella.Dikejutkan dengan serangan Aoran, mata Ardella terbelalak lebar, mulutnya terbungkam oleh lidah Aoran. "Mum." Masih dalam keadaan berontak, Ardella mendorong Aoran.Aoran sama sekali tidak peduli dengan perlawanan Ardella, ciuman di bibir Aoran terasa kasar di mulut Ardella."Auh!" Seru Aoran menyentuh bibirnya. Ardella menggigit Aoran. Dengan tatapan acuh, Aoran kembali menyerang Ardella.Tidak hanya sampai disitu, satu persatu Aoran membuka kancing baju Ardella."Aoran! kau gila. Aku akan mel
Di tengah perjalanan menuju pulang. Aoran menyetir dengan cepat. Sepanjang jalan Aoran hanya memikirkan Ardella yang dibencinya.Ckitt.Tiba dirumah Aoran langsung melangkah masuk kedalam rumah."Kak Aoran." Panggil Anasya dari bawah tangga. Kebetulan Anasya yang belum tidur melihat Aoran melangkah dengan terburu-buru naik keatas lantai dua.Mendengar panggilan Anasya Aoran berbalik. "Kenapa belum tidur jam segini?" Aoran melirik jam tangannya."Aku terbangun karena haus kak." Anasya mendekat kearah Aoran. "Kak Aoran bau alkohol." Mencium bau alkohol, Anasya menutup hidungnya."Kembali lah tidur, kakak ingin istirahat juga," ucap Aoran tanpa melanjutkan pembicaraan lagi."Iya kak,” saut Anasya dengan lembut.Aoran masih dalam suasana hati marah, dia melemparkan dirinya ke atas tempat tidur. Dengan posisi tengkurap Aoran terbaring diatas kasur. "Ardella aku lelah, aku ingin berhenti. " Sangat melelahkan untuk membenci orang yang kita pernah cintai, seandainya bisa memilih Aoran lebih
Dengan memainkan gelas yang berisikan wine, Aoran melirik Ardella yang berdiri di depannya."Aku merasa bosan, berikan aku hiburan." Ucapnya meneguk minumannya."Hiburan. Siapa kamu yang mewajibkan aku menghiburmu. Sungguh menyebalkan. " Kata Ardella dalam hati."Maaf tuan, saya tidak bisa menghibur anda." Suara Ardella sungguh ramah dan manis didengar. "Kalau mau dihibur cari saja wanita seksi yang bisa menghiburmu." Gumamnya menyeret suaranya.Meski mendengar ucapan Ardella, tetap saja Aoran bersikeras mau dihibur. "Ayolah, kamu bisa menari, kalau tidak menyanyi untuk menghiburku." Saut Aoran meminta.Menari? aku tidak mau menari dihadapan cowok rese ini, sepertinya menyanyi lebih baik. Ardella membatin."Baiklah, aku akan menyanyi. Tapi kamu tidak boleh tertawa." Memastikan bahwa Aoran tidak akan tertawa. Bakat Ardella sangat terpancar jika menari, tapi menyanyi bisa dikatakan kurang memenuhi syarat."Ok." Senyum Aoran yakin.Ardella mengambil mikrofon yang ada di sudut meja, mikr
Flashback.Sebelum melihat dengan mata kepala sendiri, Aoran merasa tidak tenang, dia memastikan sendiri Ardella aman bekerja di bar."Apa ini barnya?" tanya Aoran pada Parto."Iya Bos," saut Parto yakin.Pupil mata Aoran mengerut ketika melihat ke arah bar. Alis matanya terangkat tajam menandakan hatinya dalam suasana suram.Parto yang berdiri di samping Aoran merasa merinding. Mungkin sebentar lagi akan ada kejadian buruk. Mengenal sifat Aoran dengan tempramental buruk, tanpa sadar dia menggelengkan kepalanya."Parto." Panggil Aoran dengan tatapan mematikan. "Apa maksudnya kamu menggelengkan kepala," tanya Aoran dengan suara bergetar."Aku yakin Bos, sebentar lagi akan ada kekacauan disini,” sautnya tanpa menyaring perkataannya. Parto tertawa menunjukkan giginya.Raut muka Aoran berubah menjadi mengkerut. "Berhentilah bercanda denganku, sebelum kurontokkan semua gigimu." Nada datar tapi bermakna dari suara berat Aoran."Maaf Bos." Secepatnya Parto merapatkan bibirnya.Pertama kali m
Malam hari.Ardella sedang duduk, dia menuliskan kegiatan sehari-harinya dalam buku diarynya."Kamu sedang apa dek?” tanya Batara."Lagi duduk saja kk," ucapnya masih memegang buku diarynya.Melihat Ardella yang semakin membaik membuat Batara ingin adiknya kembali melanjutkan sekolahnya."Ada hal yang in
“Ini aku, Ayu.”Ayu naik ke atas Aoran, dan mulai mencium leher Aoran.“Ayu turunlah, aku sangat lelah hari ini.” Ayu tidak mendengarkan dan terus menggoda Aoran.“Awas!” Aoran mendorong Ayu.Ayu menyingkir, lalu berkata. “Mama memintaku agar segera hamil. Tidak peduli kita sudah menikah atau belum, yan
"Dyra bangun!" Batara menangis menghentikan darah di leher adiknya."Kita bawa kerumah sakit sekarang mas." Lisa mengambil kain untuk membalut leher Dyra, sambil menekannya untuk menghentikan pendarahan.Dyra kemudian dilarikan kerumah sakit, sesampainya dirumah sakit Dyra langsung ditangani oleh dok
Di Kantor kepala desa telah ramai orang-orang untuk membicarakan kehamilan Dyra. Di Desa diyakini bahwa wanita hamil diluar nikah membuat para leluhur marah, dan paling ironisnya mereka takut terjadi bencana yang akan melanda desa."Anak itu tidak boleh dilahirkan.""Anak haram membawa kesialan bagi d












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.