Masih kebayang bagaimana baris-baris manis dari 'Dilan' bisa bikin hati meleleh; itu alasan aku suka ngumpulin kutipan-kutipannya sampai sekarang.
Mulai yang paling jelas: beli atau pinjam bukunya, seperti 'Dilan: Dia adalah Dilanku Tahun 1990' dan sekuelnya. Versi cetak biasanya lengkap dan orisinal, jadi kalau mau koleksi yang rapi dan resmi, kunjungi toko buku besar seperti Gramedia atau Periplus, atau cek toko online seperti Tokopedia, Shopee, dan Bukalapak. Selain itu, banyak perpustakaan kampus atau perpustakaan umum yang menyimpan koleksi ini kalau kamu cuma mau pinjam. Aku sendiri pernah nemu edisi bekas yang lucu di toko buku secondhand—kadang ada coretan penggemar yang bikin nostalgia.
Kalau lebih suka versi digital dan cepat, cari di platform yang menjual e-book atau di Goodreads untuk kumpulan kutipan dan review pembaca lain. Sosial media juga gudangnya: hashtag #Dilan, #DilanQuotes, atau akun-akun fanpage sering repost kalimat manis yang dipotong-potong jadi gambar aesthetic. Hati-hati soal hak cipta—kalau suka, dukung penulisnya dengan membeli bukunya atau mengikuti akun resmi penulis. Buat aku, mengoleksi 'Dilan' itu bukan cuma soal kutipan, tapi soal momen yang bisa dibagi ke teman sambil ngopi santai.