Sentuh Aku Lagi, Sayang!
Foto saat Rendra menarik seorang wanita yang wajahnya sengaja diburamkan, tetapi sosoknya mirip Dara—masuk ke ruangan, dan foto berikutnya menunjukkan pintu yang terkunci.
Isi artikelnya penuh dengan tuduhan dan sindiran keras, menyebut penyalahgunaan wewenang, pelanggaran etik, dan hubungan tidak pantas antara terapis dan klien.
Wajah Rendra mendadak pucat, darah seolah berhenti mengalir ke kepalanya. Matanya membelalak, tak percaya. “Apa ... apa ini? Siapa yang bikin artikel ini?”