Lima Jari Playboy
Rupanya, di malam minggunya, dia juga bekerja sebagai pole dancer di sana.
“Mas, jangan salah mengerti, ya! Saya di sini benar-benar pole dancer professional. Saya tak menerima tawaran harus striptease atau diajak kencan. Habis perform, saya dibayar dan langsung pulang ke kosan,” sepintas, aku kembali teringat kata-katanya sewaktu dia shock karena berpapasan denganku di bar langgananku itu. Aku yakinkan kepadanya bahwa aku bukan tipe orang yang senang men-judging seorang wanita. Justru, menurutku, aku maupun dia memegang kartu As kami masing-masing. Dia juga sebenarnya bisa mengambil foto saat aku mabuk dan duduk bersama seorang wanita berpakaian minim.
الفصول الرائجة