Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Memories

Memories

Aku bisa merasakan aku berkeringat sangat banyak. “Deraaald!.. Fazel!! Teman-teman, cepat pergi, selamatkan diri kalian! Hutan ini terbakar!!” aku tetap mencoba meneriaki mereka tapi mereka semua tidak bergerak. Alias kemudian bicara. “Kau adalah pembunuh, Kau pembunuh, SOFIAAA―” “AAAHH!!!!”
9.74.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 172 kali sebagai fire writing meme
Baca
+Pustaka
Dinodai Sebelum Malam Pertama

Dinodai Sebelum Malam Pertama

[Berita bagus! [Ayo kita kawal!] [Belum! Masih pedekate!] [CEPAT ayo kita provokasi!] [Bagus! Di rumah nanti akan aman, damai dan tentram! Aman dan sentosa! Mr pirang takkan marah-marah lagi.] Begitu berisik isi chatting grup pelayan tersebut hingga tanpa sadar sosis yang dibakar ternyata hangus dan gosong mirip pantat’ wajan.
10147.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.3K kali sebagai fire writing meme
Baca
+Pustaka
Penyamaran CEO Tanaka

Penyamaran CEO Tanaka

Risa baru saja mengunggah meme di grup W******p: foto tangga proyek dengan caption “Saksi bisu cinta yang nyaris jatuh” Vina langsung menambahkan emoji hati dan api, sementara Tegar mengirim stiker bergambar bunga mekar. Maya mengetik cepat: Maya 🙈: “RISAAAAA 😭😭😭” Risa 💅: “Aku cuma mendokumentasikan sejarah, bestie.” Vina 🧋: “Tenang aja, May, aku simpan versi HD-nya kok 🤭”
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai fire writing meme
Baca
+Pustaka
The Sunday Sunflower

The Sunday Sunflower

Sasha: Kayaknya gue kerasukan reog, deh, sampe nggelesor di teras basah gitu. Karmilah: Wkwkwk. Karmilah: Untung semalem gua lagi beradab, Sha. Kalo gak udah guea rekam lu, terus gua masukin I*******m sama Tiktok. Siapa tahu viral. Karmilah: Atau seenggaknya gua fotolah buat bahan bikin meme. Terus dikirim ke grup geng kampus biar jadi bahan ghibah.
4.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai fire writing meme
Baca
+Pustaka
Satu Malam dengan Raja Naga

Satu Malam dengan Raja Naga

Seolah mereka lupa seperti apa rasanya membiarkan air mengalir di kulit tanpa merasa harus lari. Renai berdiri di bawah langit terbuka, rambutnya basah, matanya terbuka lebar. “Aku lupa,” bisiknya. “Kalau dunia bisa menangis… tanpa membenci.” Firen menyusul dari sisi lain. Ia membawa potongan kayu kecil yang ia simpan sejak lama, dan menuliskan sesuatu di atasnya:
101.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai fire writing meme
Baca
+Pustaka
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status