Menikah dengan Sahabat
’
Kalimat tersebut ingin Dita luahkan, tapi cukup dalam hati saja demi menjaga perasaan lelaki di sampingnya.
“Dita kan pacar pertama, cinta pertama Radit, Ma. Tapi ... gak tahu sih kalau Dita,” singgung Radit, menyenggol lengan Dita dengan sikunya.
“Gak penting yang pertama atau bukan. Yang penting jadi yang terakhir dan gak akan terganti.”
Jawaban Dita membuat Radit tak bisa berkata-kata lagi.
“Wuaaah, bucin parah! Udah pinter Kakak sekarang, ya.”