Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Putriku Kelaparan di Rumah Mewah Suaminya

Putriku Kelaparan di Rumah Mewah Suaminya

S “Bu, tolong hidupkan video call-nya. Raka yakin Alina sedang menahan tawa di samping Ibu karena tidak berhasil mengerjai kami.” Raka masih saja belum percaya dengan foto yang yang kukirimkan. Aku menerima panggilan video dan langsung mengarahkan kamera ke gapura rumah sakit.
1094.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai gambar video call mentahan
Baca
+Pustaka
KEPINCUT CINTA IDOLA

KEPINCUT CINTA IDOLA

Samudra juga membuka room chatnya dengan Nami yang selama seminggu ini tidak ada komunikasi di sana. Samudra sempat kepikiran tentang Nami yang ternyata sama-sama tidak menghubungi saat ia memutuskan untuk menjaga jarak. “Oh!” Samudra panik ketika jempolnya tak sengaja menekan tombol video call. Samudra cepat-cepat ingin mematikannya, tapi yang terjadi adalah Nami terlanjur menjawab video call tersebut. “Halo, Mas. Apa kabar?” “Cantik.”
104.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 133 kali sebagai gambar video call mentahan
Baca
+Pustaka
Bukan Pernikahan Palsu

Bukan Pernikahan Palsu

“Bentar, aku mau video call aja. aku butuh validasi.” Lagi, Rissa menghela napas. Sudahlah, ia iyakan saja apapun yang suaminya katakan, daripada urusan jadi panjang. Sebentar kemudian, panggilan telepon Gara sudah beralih menjadi panggilan video. Rissa tersenyum kepada lelaki tampan di dalam layar ponsel itu. Sepertinya Gara sedang berada di luar ruangan, sebab pada latar belakangnya ada beberapa orang yang lalu lalang.
8.4150.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.0K kali sebagai gambar video call mentahan
Baca
+Pustaka
Sentuh Aku Lagi, Sayang!

Sentuh Aku Lagi, Sayang!

Tiba-tiba, telepon video masuk dari Rendra. "Astaga! Ngapain video call sih?" Dara menggeser tombol tolak panggilan. Namun, Rendra tak menyerah dan tetap menelepon video. Akhirnya, Dara mengalah. Wajah tampan Rendra dengan kacamata muncul di layar ponselnya. “Kamu baik-baik saja? Kepalamu masih pusing?” “Aku baik-baik saja,” jawab Dara.
1036.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai gambar video call mentahan
Baca
+Pustaka
Mbak Arsitek Perancang Cinta

Mbak Arsitek Perancang Cinta

Aku diharuskan menerima panggilan video hanya sekedar alasan kangen. "Kak Mahe, saya tidak bisa lama-lama bicara. Bisa jadi saya harus lembur. Kak Mahe, mau?" tanyaku tanpa menoleh ke arah layar ponsel. Aku masih sibuk meneliti gambar di depanku. Ponselku aku jepit di atas meja gambar ini, jadi kami bisa berbincang tanpa memegang ponsel. Tinggal mendongakkan kepala saja.
1091.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.5K kali sebagai gambar video call mentahan
Baca
+Pustaka
Tuan Mantan, Berhenti Membuatku Gila

Tuan Mantan, Berhenti Membuatku Gila

“Malam ini tunggu aku.” “Eh, tapi aku–” Tuuut. Tuuut. Tuuut. Panggilan video sudah terhenti. Agatha bengong. “Apa-apaan sih, ini om tua? Lagi tantrum apa gimana? Video call seenaknya, matiin seenaknya.” Agatha menghembuskan napas panjang. Dia meraih ponselnya saat pintu bilik toilet diketuk keras.
104.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 131 kali sebagai gambar video call mentahan
Baca
+Pustaka
Happiness Marrie

Happiness Marrie

Jadi, kakinya melangkah kembali namun dengan perlahan seperti ingin mencuri dengar siapa penelpon itu. Xia Lien segera melihat layar benda pipih yang menampilkan panggilan vidio call dari seorang pria yang dikenalnya selama ini. Kepalanya menengok ke kiri dan kanan guna memastikan kalau keadaan aman tanpa ada gangguan seperti tadi. Kakinya segera melangkah ke samping rumah, tepatnya kolam renang. Dengan senyum mengembang, Xia Lien segera menggeser tombol hijau di layar tersebut. "Hai!" ucapnya langsung.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai gambar video call mentahan
Baca
+Pustaka
Ditinggalkan Setelah Malam Pertama

Ditinggalkan Setelah Malam Pertama

Pelajaran dari peristiwa di cafe, dengan melakukan video call akan lebih cepat terkonfirmasi dugaan yang kita sangkakan. Senja berdecak sebal. Permintaannya terus terabaikan. Hingga pintu lift terbuka pun, panggilan video tak kunjung diangkat. "Lantai berapa, Miss?" Senja menoleh, ternyata bukan hanya dirinya yang berada di dalam lift. "Enam!" jawab Senja singkat. Ia kembali menyiibukan diri dengan panggilan video. "Oh! Kita satu lantai ternyata!" pekik si penanya.
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai gambar video call mentahan
Baca
+Pustaka
TERNODA DI MALAM PERTAMA

TERNODA DI MALAM PERTAMA

Terdengar desah napas Rimba di seberang sana. “Aku kangen, kangen banget malah. Tapi … aku harus menahannya untuk sementara. Kalau sudah beres, aku akan segera kembali,” jawab Rimba. “Apa kamu gak bisa pulang dulu barang sehari? Aku udah gak tahan pengen ketemu kamu. Kamu juga aneh, gak mau video call. Sebel banget!” rutuk Aline. “Maaf, Sayang. Kalau video call suka jelek sinyalnya, terputus-putus,” jawab Rimba beralasan.
1098.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai gambar video call mentahan
Baca
+Pustaka
Setelah Menonton Video

Setelah Menonton Video

"Gak papa, Vid, nurut aja apa kata nyokap lu. Di rumah juga pasti rame orang'kan, lo gak bakalan kesepian." "Tahu nih, lagi pada keluar. Rumah sepi. Si Mbak doang adanya. Kenapa, tumben lu nelpon? Sabtu nanti lu jangan lupa jadi bridesman gue." "Iya, siap. Makanya ini, gue ada kirimin video ke HP lu, coba buka dan lu pelajari ha ha ha... lu kan mau jadi manten. Oke!" Baru mau menyanggah, panggilan dari Heru sudah terputus. Aku langsung menekan pesan video yang dikirim oleh Heru lima menit yang lalu. Video apa, sih?
1013.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 286 kali sebagai gambar video call mentahan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status