Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Antara Benci dan Cinta

Antara Benci dan Cinta

Pada hari kematianku, pacarku memelukku. Dulu pacarku adalah pria yang kubantu keluar dari incaran para wanita kaya dengan satu syarat, yaitu dia harus berpacaran denganku selama tiga tahun, dia pun setuju. Selama itu, aku menghabiskan banyak uang dan tenaga untuk membantunya menjadi terkenal. Namun, dia menyatakan bahwa dia tidak mau menjalin hubungan denganku lagi. Sementara itu, dia justru berpacaran dengan wanita lain. Wanita itu datang menemuiku dan memperdengarkan pesan suara dari pacarku yang mengatakan, "Dia hanyalah batu loncatanku. Kalau tidak, aku tidak akan peduli padanya, dia tidak menarik." Anehnya, setelah aku meninggal, mengapa dia tiba-tiba berubah menjadi gila?
Baca
Tambahkan
Setelah Aku Meninggal, Putriku Meneleponnya

Setelah Aku Meninggal, Putriku Meneleponnya

Lima tahun setelah aku meninggal, putriku, Elsy menelepon Gavin Geraldy. Elsy bertanya pada Gavin, "Kamu suka ibuku?" Dia melihat kalimat yang tertera di buku harianku. "Gavin, kamu suka aku?" Tak disangka, Gavin malah menjawab dengan nada sinis, "Ibumu yang suruh kamu tanyakan ini? Anak sendiri pun dia tega manfaatkan? Wanita murahan ini. Sudah nikah sama ayahmu, masih mengharapkanku?"
Baca
Tambahkan
Arwah Istri Sah

Arwah Istri Sah

Perempuan yang dicintai suamiku terjebak di dalam mobil selama satu jam. Usai berhasil diselamatkan, suamiku memasukkanku ke dalam peti kayu dan memaku peti kayu itu hingga aku mati di dalamnya! "Kamu harus merasakan penderitaan yang dia rasakan seratus kali lipat lebih menyakitkan!" Aku memohon belas kasihan dan berteriak untuk menjelaskan dengan putus asa, tapi dia mengabaikannya. Dan malah berkata dengan kejam, "Tetaplah di dalam sana dan introspeksi dirimu sendiri sebelum keluar!" Aku meringkuk di dalam peti kayu dengan kondisi patah tulang dan tubuh penuh luka, ada banyak darah di lantai. Seminggu kemudian, dia serta wanita pujaan hatinya baru kembali dari liburan dan hendak melepaskanku. Namun, aku sudah lama mati di dalam peti kayu itu. Aku sudah menjadi mayat dingin tidak bernyawa.
Baca
Tambahkan
Penyesalan Ibu Setelah Aku Tiada

Penyesalan Ibu Setelah Aku Tiada

Pada usia 10 tahun, kakakku meninggal saat kami bolos untuk pergi bermain. Sejak saat itu, ibuku membenciku, mengira aku yang mencelakai kakakku. Dia memperlakukanku seperti pembantu dan mengadopsi anak perempuan yang patuh untuk menggantikan posisi kakakku. Ibuku merebut semuanya dariku, bahkan memintaku mendonorkan ginjal untuk putri adopsinya itu! Oke, Ibu. Karena kamu mau begitu, aku akan memberi nyawaku ini kepadamu! Setelah aku mati, dia baru menyesal.
Baca
Tambahkan
Cinta yang Mengalir Pergi

Cinta yang Mengalir Pergi

Suamiku, sang CEO, selalu mengira aku ini perempuan matre. Setiap kali pergi menemani cinta pertama yang depresinya kambuh, dia akan membelikanku satu tas Hermes edisi terbatas. Setengah tahun kami menikah, ruang wardrobe penuh sesak dengan tas-tas mahal. Sampai ketika tas yang ke-sembilan puluh sembilan kuterima, dia menyadari perubahan sikapku yang tiba-tiba. Aku tak lagi menangis histeris setiap kali dia pergi menemani wanita itu. Aku tak lagi menerjang hujan badai hanya karena satu kalimat, “Aku ingin bertemu denganmu.” Yang kupinta darinya hanyalah sebuah jimat pelindung untuk anak kami yang belum lahir. Saat kata “anak” terucap dari bibirku, tatapan Andika Kesuma sedikit melunak. “Kalau kondisi Olivia sudah membaik, aku temani kamu periksa kehamilan ke rumah sakit.” Aku hanya mengangguk dengan patuh. Aku tak memberitahunya bahwa sepuluh hari lalu… aku sudah kehilangan anak itu. Ya, aku keguguran. Antara aku dan dia kini… hanya tersisa selembar surat cerai yang menunggu untuk ditandatangani.
Cerita Pendek · Romansa
10.0K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Bunga itu Mekar Setelah Aku Tiada

Bunga itu Mekar Setelah Aku Tiada

Di hari aku mengalami serangan asma, Reza sedang mendampingi wanita yang dicintainya untuk pemeriksaan kehamilan. Dia masih membawa obat yang dapat menyelamatkanku. Setelah itu, aku melihat Reza mencariku ke mana-mana, bahkan setelah mengetahui aku hamil, dia tampak sangat panik. Sejak itu, ada seseorang yang menjaga makamku.
Baca
Tambahkan
Kata Mereka, Aku Suka Cari Perhatian

Kata Mereka, Aku Suka Cari Perhatian

Aku meninggal di hari aku memenangkan Penghargaan Doktor Medis Global. Tiga jam setelah kematianku, orang tua, kakak laki-laki, dan tunanganku baru saja pulang dari pesta ulang tahun ke-16 adik perempuanku. Ketika adikku mengunggah foto keluarga kami saat merayakan ulang tahunnya di media sosial, aku sedang terbaring di ruang bawah tanah yang tertutup rapat dan berlumuran darah. Aku mencoba menggunakan lidahku untuk menggeser layar ponsel dan meminta bantuan. Di antara kontak darurat, hanya tunanganku yang menjawab panggilanku. Artinya orang tua dan kakakku telah memblokir nomorku. Begitu telepon diangkat, tunanganku hanya mengucapkan satu kalimat, “Karin, pesta ulang tahun Lina yang ke-16 itu sangat penting. Jangan pakai alasan nggak masuk akal untuk cari perhatian kami dan bersikap manja lagi!” Dia menutup telepon dan memutus harapan terakhirku untuk bertahan hidup. Jantungku berhenti berdetak karena nada sibuk telepon. Ini adalah ke-100 kalinya mereka memilih adikku, ke-100 kalinya mereka mengabaikanku, mengecewakanku, dan ini juga yang terakhir. Aku terbaring di dalam genangan darahku sendiri, merasakan napasku perlahan berhenti. Mereka mengira aku kabur dari rumah lagi sebagai alasan untuk melampiaskan ketidakpuasanku. Mereka pikir bahwa selama mereka memberiku pelajaran, aku akan kembali dengan patuh seperti 99 kali sebelumnya. Sayangnya, itu tidak akan terjadi kali ini. Karena aku tidak pernah meninggalkan rumah, aku terus terbaring di ruang bawah tanah rumahku.
Baca
Tambahkan
Penolakan Ke-99 Kali yang Membekas

Penolakan Ke-99 Kali yang Membekas

Ketika suamiku, Rocco dari Keluarga Fauzian, menutup teleponku untuk ke-99 kalinya, aku menyeret tubuhku yang sudah berada di tahap akhir leukemia melangkah masuk ke kantor penasihat hukum keluarga. "Selamat siang, saya ingin mengajukan perceraian." Namun, sepuluh menit kemudian Rocco sudah menerima kabar itu dan menerobos masuk bersama keluargaku. Pemimpin keluarga itu baru masuk, lalu langsung menamparku. "Demi mengacaukan pesta kenaikan jabatan Sofia, kamu menyalahgunakan nomor komunikasi darurat? Otakmu taruh di mana?" Laporan diagnosis yang kugenggam, direbut paksa oleh ibuku. Dia melirikku lalu mencibir sambil tertawa sinis. "Pura-pura sakit untuk cari simpati, cuma supaya kami memperhatikanmu. Claire, dari kecil sampai besar, berapa banyak kebohongan yang sudah kamu buat?" Sofia menarik lengan Rocco sambil menahan tangis. "Maafkan aku, Kak Claire. Aku seharusnya nggak menerima kenaikan jabatan itu. Kumohon, jangan sakiti dirimu dan Rocco lagi!" Aku menyeka darah yang terus mengalir di sudut bibirku, lalu kembali menghadap pengacara. "Aku sudah nggak punya keluarga lagi. Demi tidak menunda proses kremasi jenazahku tiga hari lagi, tolong bantu selesaikan proses perceraian secepatnya."
Cerita Pendek · Mafia
7.5K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Suamiku Mengawetkanku Jadi Spesimen

Suamiku Mengawetkanku Jadi Spesimen

Suamiku adalah seorang dokter dengan gelar profesor di bidang medis. Dia adalah orang yang jujur, adil dan baik hati. Hingga suatu hari, mantan kekasihnya mengalami kecelakaan dan menabrak seseorang hingga tewas. Untuk membantu mantan kekasihnya terlepas dari hukuman, dia menggunakan pengetahuannya di bidang medis. Dia membuat jasad korban menjadi spesimen dan menempatkannya di laboratorium. Saat dia menangani jasad itu, terlihat ada janin di dalam rongga perut. Dia yang biasanya begitu tenang, kali ini jantungnya berdetak kencang. Dia tidak tahu bahwa jasad itu adalah milikku. Dan janin itu adalah anaknya …
Baca
Tambahkan
Jadi Korban Kelalaian Orang Tuaku

Jadi Korban Kelalaian Orang Tuaku

Saat aku disiksa dan dibunuh dengan kejam oleh seorang penjahat, ayahku yang merupakan seorang kapten tim investigasi kriminal dan ibuku yang merupakan seorang ahli forensik, sedang menemani adikku yang berkompetisi dalam sebuah perlombaan. Penjahat yang pernah ditangkap oleh ayahku melakukan pembalasan dendam. Setelah memotong lidahku, dia menggunakan ponselku untuk menelepon Ayah. Namun, Ayah hanya mengucapkan satu kalimat sebelum menutup telepon, "Aku nggak peduli apa yang sedang kamu lakukan, pokoknya perlombaan adikmu paling penting hari ini!" Penjahat itu tertawa sinis. "Sepertinya aku salah orang. Kukira mereka lebih cinta sama putri kandungnya!" Saat Ayah dan Ibu tiba di TKP, mereka terkejut melihat kondisi mayat yang mengenaskan dan mengutuk kekejaman sang pelaku. Namun, mereka tidak menyadari bahwa korban yang begitu mengenaskan itu adalah putri kandung mereka sendiri.
Cerita Pendek · Realistis
9.1104.5K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Sebelumnya
1
...
1617181920
...
50
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status