Dewa pencipta dalam cerita fantasi modern seringkali menjadi fondasi kosmik yang memicu seluruh alur cerita, tapi jarang menjadi karakter aktif. Misalnya, dalam 'The Elder Scrolls', dewa seperti Anu dan Padomay adalah konsep abstrak yang menciptakan realitas melalui konflik primordial, sementara dewa-dewa kecil seperti Akatosh lebih terlibat dalam narasi. Kekuatan mereka biasanya dibungkus misteri—entah mereka benar-benar omnipoten atau sekadar makhluk dengan kekuatan super yang dipuja. Justru ketidakjelasan ini yang memberi ruang bagi penulis untuk eksplorasi filosofis: apakah pencipta layak disembah, atau hanya proyeksi kebutuhan manusia akan makna?
Menariknya, tren terbaru cenderung mendekonstruksi peran dewa pencipta. Di 'Final Fantasy XIV', Hydaelyn awalnya dianggap dewi pelindung, tapi perlahan terungkap sebagai entitas yang rapuh dan penuh agenda tersembunyi. Nuansa gray morality seperti ini jauh lebih menarik daripada dewa klasik yang hitam-putih.