Benih Yang Kau Tanam
"Ini lagi ada pesanan kue ulang tahun, emang Revan mau ngasih apa? Itu di rak kamar kamu kan udah ada buku sama pensil baru, minta tolong Mbak Sisi buat bungkusin kan bisa?"
"Masak buku sama pensil, sih, Bun? Revan, kan, udah gede. Malu kalau kadonya itu." Ucapan Revan membuat Rania menoleh padanya.
Lelakinya kini tingginya hampir sama dengannya, semua berjalan begitu cepat. Perasaan baru kemarin Rania berjuang melahirkannya, baru sebentar anaknya bisa berjalan dan berbicara tapi kini sudah menjadi remaja.