DIARY SKIZO
Sungguh, debar-debar aneh itu kembali hadir di dalam dada.
"Kayak orang pacaran, kita, ya?" ujarnya tiba-tiba.
"Kan emang pacaran?" Kujawab sekenanya, sementara debar di dada belum terarah.
"Lho, bukannya dah nikah?" tanyanya polos.
Aku tertawa sampai bahu terguncang. Sepertinya kesadarannya mulai goyah.
"Iya laaah, kalo cuma pacaran mana boleh tinggal serumah!" jelasku sambil mencubit perutnya. Moment olengnya memang selalu berhasil membuat gemas.