Handa
Tak bisa dipungkiri, kini Handa sedang merindu pada sosok yang bergelar suami baginya, tetapi rasa yang wajar dan seharusnya itu menjadi menyakitkan kala bayangan Hanin turut hadir menyelinap.
"Han!" panggilan dari Gunawan membuyarkan lamunan Handa.
"I iya Dhe." Karena terkejut Handa sampai tergagap saat menjawab panggilan dari Gunawan.
"Mau sarapan apa?" tanya Gunawan, disela-sela kesibukan Handa memeriksa skripsinya.
"Terserah Pakdhe saja, soto lagi juga nggak apa-apa," jawab Handa sekenanya.
Hot Chapters