Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kuro Dan Naga Warisan

Kuro Dan Naga Warisan

Di desa kecil bernama Kamashiro, hidup seorang bayi bernama Kuro, pewaris terakhir dari kekuatan kuno yang diwariskan turun-temurun dalam keluarganya. Ayahnya adalah penjaga Naga Emas bernama Gidi, makhluk legendaris yang setia kepada keluarganya selama berabad-abad. Namun, kedamaian desa itu hancur ketika musuh yang haus akan kekuasaan menyerang, memburu Kuro demi menguasai kekuatan besar yang tersembunyi dalam dirinya. Dalam pertempuran terakhir, ayah dan ibu Kuro, bersama seluruh penduduk desa, mengorbankan diri mereka untuk melindungi Kuro. Ayahnya memanggil Gidi untuk menyelamatkan putranya, memberikan perintah terakhir agar naga itu menjaga dan melatih Kuro hingga siap menghadapi takdirnya. Dengan berat hati, Gidi membawa Kuro terbang menjauh dari desa yang telah menjadi abu. Dibawa ke tempat persembunyian di puncak gunung, Kuro tumbuh besar di bawah perlindungan Gidi. Naga Emas itu menjadi pelindung, pengasuh, sekaligus mentor bagi Kuro, mengajarinya cara bertahan hidup dan melatih kekuatan besar yang mulai muncul dalam dirinya. Namun, perjalanan mereka penuh bahaya, karena musuh yang menghancurkan desa Kamashiro terus mencari jejak mereka. Saat Kuro mulai menginjak usia remaja, dia harus menghadapi kenyataan pahit tentang warisannya, kekuatan dalam dirinya, dan takdir besar yang harus dia jalani. Bersama Gidi, Kuro memulai perjalanan epik untuk mengungkap rahasia kekuatan kuno, melawan musuh-musuh yang tangguh, dan membuktikan bahwa dia layak menjadi pewaris terakhir keluarga Kamashiro. Namun, mampukah Kuro menguasai kekuatannya sebelum segalanya terlambat? Atau, akankah musuh yang menghancurkan keluarganya kembali merebut segalanya darinya?
101.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai gunung gondo mayit
Baca
+Pustaka
Terjebak Gairah Siluman

Terjebak Gairah Siluman

Wulan bukanlah gadis biasa. Sejak kecil, ia hidup dalam bayangan misteri. Tanpa tahu siapa ayah dan ibunya, dia hanya dibesarkan oleh kehangatan Ningsih, ibu angkatnya. Namun, kehangatan itu berubah menjadi bara api pembalasan dendam ketika Wulan tepat berusia 20 tahun. Di suatu malam yang mengerikan, Ningsih terbunuh di antara kegelapan pekat di hutan larangan. Wulan merasa bersalah karena merasa Ningsih mati karena dirinya, dan meminta bantuan Mbah Broto, dukun sakti yang ada di kaki Gunung Halimun, tidak jauh dari desanya. Mbah Broto menjanjikan Wulan kekuatan untuk memburu sang dedemit, namun dengan satu syarat yang sangat mahal. Dia harus menyerahkan tubuhnya kepada dukun bejat itu. Bukan sebagai pemuas nafsu, tetapi sebagai alat untuk menjalankan tugas-tugas kotornya yang berkaitan dengan alam gaib dan dunia manusia. Wulan terpaksa menggunakan setiap inci pesonanya, setiap lekuk tubuhnya, untuk mengumpulkan tumbal dan harta yang diperlukan Mbah Broto dalam ritual-ritualnya yang sesat. Ia tidur dengan para penguasa, menjerat pejabat korup, dan menghisap energi pria-pria lemah demi memperkuat Mbah Broto. Setiap sentuhan, setiap desahan yang ia berikan adalah harga yang ia bayar untuk selangkah lebih dekat menuju taring sang dedemit. Ia menjadi boneka yang sempurna, pelayan nafsu dan ambisi sang dukun, namun bara dendamnya tetap menyala terang. Kecantikan dan kemolekan Wulan menjadi umpan yang lezat, dan lama-kelamaan, Wulan mulai menikmati perannya. Apakah dia akan kelak larut di dalamnya, dan lupa niat balas dendamnya?
4.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 172 kali sebagai gunung gondo mayit
Baca
+Pustaka
Pewaris Yang Teraniaya

Pewaris Yang Teraniaya

Bangkit dari liang lahat setelah dikhianati dan dibunuh secara keji, jiwa seorang pendekar tingkat Dewa merasuk kedalam raga Pewaris Miliarder Dewangkara Atmaja, untuk memulai misi pembalasan dendam yang kejam terhadap para penghianat di dunia modern.       Cahaya putih jatuh dari langit ke sebuah kuburan baru yang ada di dalam hutan saat malam gelap di guyur hujan badai.       Sesosok tubuh tanpa nyawa yang sudah mati selama tujuh hari terlihat dipenuhi luka berdarah dan mulai membusuk, terlihat menggeliat ketika cahaya putih laksana petir itu memasuki tubuhnya.       Sebuah keajaiban terjadi, mayat yang tubuhnya penuh lobang bekas tusukan pisau perlahan membuka matanya yang berkilau tajam laksana intan yang menerangi kegelapan.       Blar…!       Suara gemuruh terdengar ketika mayat itu mendorongkan kedua tangannya keatas, tanah berhamburan seakan ada ledakan ranjau dari dalam tanah. Mayat itu segera meloncat keluar, selayaknya tubuh manusia normal.      Ya, pemilik tubuh ini adalah tuan muda dari keluarga Atmaja yang bernama Dewangkara Atmaja. Sebelumnya dia diculik saat mengikuti acara perpisahan kelulusan SMA, di sebuah gunung di Jawa Barat.      Dewangkara Atmaja pewaris tunggal perusahaan Atmaja Corporation hidup lagi dengan jiwa yang berbeda. Tapi satu hal yang pasti, dia akan mencari orang yang membuat pemilik tubuh asli Dewangkara harus mati secara mengenaskan. Seorang Dewa dari dimensi lain masuk kedalam tubuhnya dan membuat Dewangkara yang sudah mati hidup kembali dengan kekuatan yang sangat hebat.
10621 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12 kali sebagai gunung gondo mayit
Baca
+Pustaka
Membuang Bulan Demi Batu Biasa

Membuang Bulan Demi Batu Biasa

Siapa yang tidak kenal Oscar? Di ibu kota, dia adalah anggota Keluarga Demetrius yang paling berandal pada generasi ini. Di usia 18, dia sudah berani menaikkan harga untuk melawan ayah kandungnya sendiri di pelelangan demi merebut barang antik. Di usia 20-an, dia bermain balap sampai hampir kehilangan nyawa di kaki Gunung Alpen. Kecepatannya berganti pasangan bahkan lebih cepat daripada brand mewah merilis koleksi baru. Dia pernah berkata, "Pernikahan itu kain pembungkus kaki dari abad lalu. Siapa mau pakai, pakai saja." Namun tiga tahun lalu, Oscar justru berlutut di depan rumah Emma. Di malam yang turun hujan deras, selama 12 jam penuh, hanya agar Emma mau melihatnya sekali saja. Emma sangat cantik, memiliki aura keluarga terpelajar yang elegan, seperti anggrek langka yang dirawat dengan penuh perhatian. Gadis seperti ini sebelumnya tidak pernah disentuh Oscar. Semua orang menunggu Emma menangis, membuat keributan, bahkan mengancam bunuh diri. Sampai pada lamaran yang menghebohkan seluruh kota itu, Oscar membuat semua orang bungkam dengan sebuah berlian merah muda langka. Di bagian dalam cincin, dia mengukir sendiri satu per satu kata. [ Tahanan Oscar, hukuman seumur hidup. ] Tiga tahun setelah menikah, dongeng milik Emma pun tidak berakhir. Oscar mencintainya dengan sangat mendalam. Semua orang berkata, "Raja iblis dari Keluarga Demetrius itu benar-benar sudah dijinakkan oleh Emma." Emma pun percaya demikian. Sampai sehari setelah hari jadi pernikahan mereka, Emma keluar untuk melukis di alam. Di sana, dia menangkap basah perselingkuhan suaminya. Saat itu juga, dia baru menyadari bahwa cinta Oscar untuknya telah lama sirna.
2.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai gunung gondo mayit
Baca
+Pustaka
Sang Dukun Seruling Dan Muridnya

Sang Dukun Seruling Dan Muridnya

Gunung Kumulus terguncang oleh kabar tentang pembantai misterius. Monster level tinggi ditemukan hanya tinggal tulang. Kawanan predator berkumpul untuk membalas dendam. Mereka tidak tahu siapa lawan yang mampu menghancurkan ras mereka seorang diri. Arum Sekar muncul sebagai tokoh yang sama sekali tak biasa. Penampilannya lusuh. Baju dan serulingnya bernoda darah. Dia dukun seruling yang lebih mahir membunuh daripada memasak. Dengan tangan kosong dan seruling bambu yang menyimpan pisau, dia menumpas kawanan monster tanpa kesulitan. Sikapnya acuh sedikit gila, dia sering salah sasaran, tapi hasilnya tetap brutal. Sekar ingin mencari koki. Dia bisa menangkap ikan lebih besar dari elang dengan trik konyol. Tanpa sengaja dia menyaksikan konflik lain yang jauh lebih berbahaya. ... Lekir Maldawai adalah murid Arum Sekar. Ia memiliki banyak harta hasil warisan. Seluruh sukunya dibantai, termasuk guru yang pernah mengajarnya dulu. Entah apa penyebabnya, tetapi ia menyimpan misteri tentang asal-usulnya. Setelah bertahun-tahun bergaul bersama Arum Sekar, ia menjadi murid paling fanatik padanya. Suatu ketika, ingatannya yang disegel muncul kembali. Saat itu, ia mengingat bahwa guru yang kini ia hormati adalah pembantai seluruh sukunya. Ia murka, tetapi rasa sayangnya pada sang guru jauh lebih besar. Ia berpura-pura patuh dan mulai membuat masalah di belakang. Hingga akhirnya, ia mengetahui dari sebuah alam ilusi duplikat dari ingatan gurunya bahwa semua orang yang ada di sukunya dulu adalah orang bejat, mengetahui rahasia yang ia miliki, dan berniat memonopolinya dengan memanfaatkan rahasia tersebut. Ia mulai menyadari kesalahannya, menyesal setiap hari. Suku yang dulu merawatnya ternyata pembantai orang tuanya. Hanya guru yang benar-benar memperlakukannya dengan baik sejak awal hingga akhir.
842 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai gunung gondo mayit
Baca
+Pustaka
Pernikahan yang Tidak Pernah Dia Sadari

Pernikahan yang Tidak Pernah Dia Sadari

Sebuah video unik viral dalam satu malam. Di dalam video itu, di puncak gunung yang diselimuti kabut, pacarku, Adriel Mahendra, berlutut dengan satu lutut dan dengan ekspresi yang lembut. Di tengah sorak-sorai, cincin di jari perempuan itu berkilau yang menandai dirinya sebagai calon istri Keluarga Mahendra. Dalam hitungan jam, video itu menduduki puncak berbagai daftar tren. Orang-orang menyebutnya sebagai lamaran paling romantis tahun ini. Isabel Santoso kemudian menulis pesan di akun media sosialnya. [Aku sudah menunggu pernikahan ini begitu lama, dan akhirnya sekarang benar-benar terjadi! Terima kasih!] Kolom komentar langsung dipenuhi seruan antusias. [Pewaris keluarga mafia dan wanita biasa? Suka banget!] [Seperti cerita di novel.] [Aku iri banget.] Aku mendatangi pacarku untuk meminta penjelasan. Tapi bahkan sebelum aku sempat membuka mulut, aku mendengar suaranya berbicara dengan sahabat dekatnya di ruang kerja. "Emangnya aku punya pilihan lain?" kata Adriel dengan nada suaranya yang sedikit kesal. "Kalau aku tidak menikahinya, ayahnya akan menjualnya." Temannya ragu sejenak. "Tapi bagaimana dengan Karina? Dia sudah bersamamu bertahun-tahun. Apa kau tidak khawatir dia bisa hilang kendali?" Adriel tertawa, sama sekali tidak peduli. "Terus kenapa kalau dia marah? Karina dan aku sudah bersama selama enam tahun. Dia tidak akan pergi. Dia tidak mungkin pergi." Hampir seluruh tubuhku terasa membeku saat itu. Sebulan kemudian. Aku menikah dengan pria lain di hari yang sama ketika Adriel dan Isabel menikah. Rombongan pernikahan kami bertemu di pusat kota. Sesuai adat, kami bertukar buket bunga di antara dua mobil pengantin yang saling berpapasan, dan jendela kami turun bersamaan. Saat itulah Adriel melihatku. Aku mengenakan gaun pengantin putih dan bukan bersamanya, tapi di dalam pelukan pria lain. Setelah bertahun-tahun mengenal Adriel Mahendra, wajah tenangnya yang selalu sempurna akhirnya retak untuk pertama kalinya.
4.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 114 kali sebagai gunung gondo mayit
Baca
+Pustaka
Mantan Suami Memohon Cintaku Lagi

Mantan Suami Memohon Cintaku Lagi

Nadira Arum dulunya adalah gadis yang hangat dan bercahaya—senyumnya mampu meluluhkan suasana paling suram sekalipun. Tapi kebahagiaan itu runtuh dalam sekejap, saat sebuah kecelakaan tragis merenggut nyawa kedua orang tuanya. Duka yang belum sempat mereda, dilanjutkan dengan pengkhianatan yang jauh lebih menyakitkan. Sepupunya sendiri, dibutakan oleh ambisi dan harta, bersekongkol dengan mantan kekasih Nadira—yang ternyata sama liciknya. Mereka merancang jebakan licik di lereng Gunung Prau, dan dengan dingin mendorongnya jatuh dari tebing. Namun maut tak datang seperti yang mereka harapkan. Nadira selamat, meski tubuhnya luka dan jiwanya hancur. Ia memilih untuk menghilang, menanggalkan siapa dirinya, dan terlahir kembali sebagai Nadira Wulandaru—sosok baru yang membawa beban masa lalu namun juga kekuatan yang tak pernah ia sadari sebelumnya. Dalam pelariannya, takdir mempertemukannya dengan Mahesa Pradana—seorang pemuda tampan, pewaris keluarga terpandang dari Surakarta, yang tengah merangkak bangkit dari keterpurukan. Kecelakaan tiga tahun lalu membuat Mahesa lumpuh, dan perlahan-lahan hidupnya berubah, termasuk kisah cintanya yang karam di tengah luka. Ibunya ingin mencarikan pendamping yang bisa merawatnya dengan setia. Tapi dari semua pilihan, Mahesa justru menjatuhkan hati pada Nadira—perawat pendiam yang tampak sederhana, nyaris tak terlihat di antara gemerlap dunia sosialnya. Ada kedamaian dalam tatapan Nadira, dan itu cukup. Tiga tahun mereka jalani bersama. Ketika Mahesa akhirnya pulih secara ajaib, hatinya justru limbung. Ia memilih meninggalkan Nadira, kembali mengejar bayang-bayang masa lalu. Nadira, tanpa protes atau air mata, memilih pergi. Namun hidup punya caranya sendiri untuk menuntaskan cerita. Nadira kembali—bukan sebagai istri yang disia-siakan, tapi sebagai mitra bisnis cemerlang yang kini berdiri sejajar, bahkan mungkin lebih tinggi. Elegan, percaya diri, dan tak lagi terikat masa lalu. Saat itulah Mahesa mulai melihat siapa Nadira sebenarnya: bukan hanya perempuan dengan masa lalu kelam, tapi sosok yang telah menjelma menjadi kekuatan baru—sebuah enigma yang belum sepenuhnya ia pahami.
1022.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 480 kali sebagai gunung gondo mayit
Baca
+Pustaka
Dia Tertidur Dalam Malam Abadi

Dia Tertidur Dalam Malam Abadi

Risa Melia dikenal luas di kalangan elite sebagai "peri kecil". Dia punya bibir merah yang melengkung tipis dan sudut mata yang menggoda. Niko Sutomo adalah pewaris paling cemerlang dari keluarga konglomerat. Dia dingin, sulit didekati, laksana bunga di puncak gunung salju, penuh pengendalian diri dan tahan pada hasrat. Tak seorang pun tahu bahwa dua pribadi yang begitu bertolak belakang ini, di antara gelapnya malam, saling menjerat dalam keintiman. Di kursi belakang mobil yang melaju senyap, di toilet jamuan amal yang sunyi, hingga di depan jendela kaca setinggi langit-langit di kebun anggur pribadi, pinggang Risa dicengkeram erat hingga kakinya melemas. Satu malam panas telah usai, suara air mengalir terdengar lirih dari kamar mandi. Risa bersandar di kepala ranjang, menghubungi ayahnya. “Aku bisa menikah dengan Putra Mahkota Kota Selatan yang katanya sekarat itu untuk menolak bala. Tapi aku punya satu syarat .…” Di seberang sana, kegembiraan ayahnya tak bisa disembunyikan. “Katakan syaratnya. Asal kau mau menikah, apa pun syaratmu akan Ayah penuhi.” “Nanti kita bicarakan saat aku pulang.” Suara Risa terdengar lembut, namun sorot matanya dingin tanpa emosi. Risa menutup telepon dan hendak bangkit untuk berpakaian, sekilas pandangannya jatuh pada laptop Niko di samping ranjang. Layar yang menampilkan aplikasi pesan masih menyala di sana. Pesan terbaru datang dari seorang gadis dengan nama kontak "Dinda". [Kak Niko, ada petir, aku takut ….] Ujung jari Risa bergetar. Tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka, Niko keluar dari sana. Tetesan air meluncur dari tulang selangkanya, dua kancing kemejanya terbuka sembarang, tampak dingin dan tenang, terselip sedikit kesan santai dan malas yang memikat. “Ada urusan di perusahaan. Aku pergi dulu,” katanya datar sambil meraih jas. Bibir merah Risa terangkat membentuk senyum tipis. “Urusan perusahaan, atau kamu mau menemui belahan jiwamu?”
18.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 489 kali sebagai gunung gondo mayit
Baca
+Pustaka
Kesempatan kristal kedua

Kesempatan kristal kedua

Lizzie
Berawal dari sebuah acara kemah atau camping di sebuah Gunung, yang diadakan dari pihak sekolah pada pembagian kelompok sialnya Bianca mendapati dirinya satu kelompok dengan Vanessa dan teman temannya, tentu itu membuatnya khawatir. Beberapa waktu kemudian firasatnya itu pun terjadi, Bianca didorong lalu terjatuh keluar area kemah, membuat Bianca tak sadarkan diri, ketika sadar Bianca berjalan tanpa arah sampai menemukan sebuah pemukiman, dia disambut dengan ramah tapi semakin lama semakin terasa aneh terutama ketika pemimpin warga itu duduk simpuh kedua bola matanya menghadap ke atas serta menadahkan seakan akan sedang berdoa, kejadian itu disaksikan oleh mata kepala Bianca sendiri yang membuatnya terheran heran, sampai ketika mulut sang pemimpin mengeluarkan kalimat “Aku merindukan mu Aletha.” Mendengar hal itu membuat sekujur tubuh Bianca merinding dan spontan berdiri keluar hingga berlari terpontang panting demi menjauh dari pemukiman tersebut, tak ada satu pun yang memperdulikan Bianca yang keluar secara tiba tiba, terus berlari ketakutan semakin jelas setelah mengetahui fakta sebenarnya yang dikatakan oleh salah satu warga tersebut yang sedang melakukan sebuah ritual, ketika berlari Bianca tak sadar menabrak kuda yang ditunggangi seorang pemuda tampan, hal itu membuat Bianca terpukau, tanpa sadar keadaan sekitar pun berubah, dari gelap dan penuh rasa takut kini Bianca merasa tenang serta kagum dengan pemuda di depannya. Tapi tetap saja, itu tidak menghilangkan pikiran Bianca tentang kejadian sebelumnya, sampai saat ini tanah yang ia pijak adalah sebuah keanehan membuat Bianca mencubit pipinya sendiri lalu lengan tangan kanannya, rasa sakit membuat Bianca sadar ini nyata, tapi kalimat yang keluar dari mulut pemuda itu justru membalikkan fakta. “Sedang apa putri Lucia?” Seketika Bianca kaget dengan mata melotot melihat pemuda yang ramah dan tersenyum didepannya, hingga memanggilnya dengan sebuah nama ‘Putri Lucia’ dengan cepat Bianca mengamati sekitar, tidak ada siapa pun pemuda itu sedang berbicara dengannya!
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai gunung gondo mayit
Baca
+Pustaka
Pendekar Naga Petir

Pendekar Naga Petir

Di sebuah desa kecil di kaki gunung pada galaksi terendah, lahir seorang bayi yang menggemparkan seluruh sembilan galaksi. Langit mendadak gelap, petir mengguncang jagat, dan seekor naga berkepala empat bermata dua belas muncul, hanya untuk lenyap masuk ke tubuh bayi itu. Fenomena itu membuat para penguasa galaksi tertinggi gemetar ketakutan—karena bayi itu terlahir dengan garis darah ilahi yang tak tertandingi. Bayi itu bernama Qin Shan, putra dari sepasang kultivator hebat yang bersembunyi dari musuh klan mereka. Namun, takdir Qin Shan berbeda dari siapapun. Ia memiliki empat garis darah ilahi—Naga Petir, Matahari, Bulan, dan Bintang—dan empat dantian sejak lahir. Segel darahnya membuatnya tampak biasa di mata orang lain, sampai suatu hari ia menemukan harta peninggalan pendekar kuno. Di situlah ia mendapatkan dua warisan yang akan mengubah hidupnya: Kultivasi Semesta, teknik misterius yang bisa menyedot energi dari segala arah. Kultivasi Fisik Dewa Perang, jalan keras untuk menempa tubuh menjadi wadah yang tak tergoyahkan. Namun kekuatan besar datang dengan harga besar. Untuk melangkah satu tingkat kecil saja, Qin Shan membutuhkan lima kali lebih banyak sumber daya daripada kultivator biasa. Apa yang bagi orang lain cukup untuk satu sekte besar, baginya hanyalah langkah kecil. Qin Shan tak gentar. Dengan Batu Teratai Ilahi yang menyatu dengan tubuhnya—sebuah dunia mini yang bisa ditinggali manusia, ditanami herbal, dan kelak menjadi surga kultivasi—ia mulai menapaki jalan penuh darah dan pengorbanan. Musuh-musuh yang tamak datang satu per satu. Dari perantau hina, sekte kecil, hingga penguasa galaksi. Namun di tiap pertarungan, Qin Shan bukan hanya berjuang untuk bertahan, tapi juga menguat, melampaui batas, dan menorehkan jalannya sendiri. Dari galaksi terendah, ia akan menantang langit, menembus sembilan galaksi, dan melangkah ke dunia surgawi, dunia Dao, hingga dunia Tao. Dengan empat garis darah ilahi, tubuh surgawi, mata ilahi, dan tekad baja—nama Qin Shan akan mengguncang semua dunia.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai gunung gondo mayit
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
789101112
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status