Raja Hantu Kegelapan
Banyak orang percaya bahwa pengetahuan adalah kunci untuk mempermudah kehidupan. Semakin banyak seseorang mengetahui, semakin besar pula kemampuannya untuk mengendalikan nasib dan mengatasi segala rintangan. Tapi, benarkah demikian? Bagaimana jika setiap pengetahuan yang diperoleh justru membuka pintu menuju sesuatu yang seharusnya tetap tersembunyi? Bagaimana jika memahami kebenaran berarti perlahan kehilangan kewarasan?
Di dunia yang dipenuhi energi spiritual, makhluk-makhluk misterius yang dikenal sebagai Q, dewa-dewi kuno yang bersemayam di luar batas realitas, gereja-gereja ortodoks yang menjaga ajaran suci, serta organisasi-organisasi rahasia yang mendambakan kehancuran, pengetahuan dan setiap rahasia yang berhasil diungkap membawa seseorang selangkah lebih dekat pada asal-usul dunia.
Mengejar asal-usul dunia berarti mendekatkan diri kepada-Nya—entitas agung yang keberadaannya melampaui pemahaman makhluk fana. Semakin dalam seseorang menelusuri misteri-Nya, semakin besar pula risiko kehilangan jati diri, terperosok ke dalam kegilaan, dan tercemar oleh kekuatan yang tak seharusnya disentuh manusia.
Inilah kisah Bagas Pratama, seorang pemuda yang bereinkarnasi ke dunia yang diselimuti misteri, kegilaan, dan bisikan dari kegelapan. Dengan tekad sederhana untuk bertahan hidup selama mungkin, dia justru tanpa sengaja memperoleh identitas sebagai seorang Master Q—sosok yang mampu berhubungan dengan makhluk-makhluk Q dan mengendalikan kekuatan untuk menjadi seorang dewa.
Sejak saat itu, hidup Bagas tak lagi berada di bawah cahaya. Dia harus berjalan di antara bayang-bayang, menyingkap rahasia-rahasia terlarang, menghadapi para pemuja kegelapan, serta menjaga kewarasannya di tengah kebenaran-kebenaran mengerikan yang dapat menghancurkan pikiran siapa pun yang mengetahuinya.