The Sad Angel Geana
gumam Amor yang bermalasan di bangkunya, bahkan dia tidak mau melihat rusa-rusa di sekitar mobil kami.
Amor terlihat biasa saja melihat binatang-binatang yang kami lewati sepanjang jalan, hingga waktu melihat seekor harimau putih. Dia pun membuka kaca jendela mobil, mengeluarkan kepalanya, dengan senang dia melambaikan tangan.
“Dia sungguh keren, bagaimana jika kita bawa pulang, jadikan pacar Mera.”
Aku hanya terbengong. “Amor, itu harimau, Mera itu panther,” ucapku mengingatkan.
Hot Chapters