Heavenly Rift
Ia menyentuh bibirnya, melihat darah di ujung jari—lalu tertawa pendek, rendah.
“Hantaman ini,” katanya pelan, seolah rahasia. “Cinta yang sangat penuh gairah.”
Ia mengangkat kaki. Roda violet menyala lebih terang. Ia menukik ke arah portal yang masih terbuka—seolah hendak membalas bukan pada Anza, tapi pada celah itu sendiri.
Portal berderak.
Anza mengeratkan rahang, kedua tangannya kembali terangkat, Leo menempel di dadanya. “Datanglah,” katanya, dan dunia menahan napas.
Hot Chapters