Garis Pikat Sang Arsitek
Di sana, terpampang beberapa kertas berserakan, pensil dan mug berisi coklat sepertinya, yang diberi tulisan 'lembur demi jadi kebanggaan ayang'.
Arjuna tertawa. Reni selalu membuat suasana hati Arjuna jauh lebih baik. Iseng, Arjuna segera mengetikkan balasan untuk cerita Reni.
'Ayang yang mana tuh?'
Sembari mengulum senyum, Arjuna menunggu balasan Reni. Tak lama kemudian, balasan itu sudah masuk ke ponselnya.
'Ayang yang suka banget gambarin bangunan. Nggak tau dah tuh, kapan bangun rumah tangga bareng. Ups!'
Hot Chapters