ASMARA RUSUN SIMPANG TIGA
Rio Norman tinggal di Rusun Simpang Tiga, kompleks kelas menengah bawah yang terletak di balik lantai tiga hidupnya cukup pas-pasan, hari-harinya diisi pekerjaan sebagai kasir minimarket dan rutinitas yang tak pernah berubah, membuatnya hampir tak terlihat di tengah keramaian penghuni. Namun semuanya berubah ketika ia harus pulang ke desa untuk menjual sawah milik Mbah Buyutnya, satu-satunya keluarga yang dia miliki. Saat membersihkan barang-barang lama di dalam lemari kayu kuno milik Mbah Buyutnya, Rio menemukan sebuah cincin perak tua yang bergambar ukiran bunga melati dengan tulisan aksara kuno di bagian dalamnya. Tanpa tahu maknanya, ia memakainya dan membawanya pulang ke rusun.
Tak lama setelah itu, takdir membawa dia bertemu dengan beberapa perempuan di sekitarnya yang sedang terjebak dalam badai kehidupan masing-masing. Ada Lina, istri seorang sopir truk yang jarang pulang, yang secara tiba-tiba mulai mencari teman bicara padanya untuk mengusir kesendirian. Lalu ada Siska, yang terjebak jerat utang pinjol akibat suaminya kecanduan judi online. Tak ketinggalan Mira, korban kekerasan dalam rumah tangga, namun kini merasa terpanggil untuk membuka hati pada Rio. Juga ada Maya, wanita cantik bertubuh seksi yang terjebak dalam hubungan asmara yang penuh manipulasi dan kekerasan emosional.
Awalnya Rio hanya ingin membantu memberikan bahu untuk menangis, memberikan nasihat seadanya, bahkan terkadang sedikit bantuan materiil. Tapi perlahan-lahan, perhatian yang ia curahkan tidak hanya dianggap sebagai pelarian, melainkan membuat para perempuan itu terpesona dan bahkan tergila-gila padanya. Baru kemudian Rio mengetahui bahwa cincin yang dia temukan adalah pusaka ajian pengasih dari Mbah Buyutnya suatu warisan yang membuat orang yang melihat pemakainya merasa terikat dan tertarik.
Di tengah kebisingan dan kepadatan rusun, Rio dihadapkan pada pilihan berat : tetap menjaga batas sebagai tetangga yang baik hati dan mencari cara untuk melepaskan diri dari masalah yang dihadapi … atau menyerah pada aliran hasrat yang tampaknya bisa ia dapatkan tanpa usaha.