Rayuan Maut Para Tetanggaku
"Kita jangan langsung ke sana secara mencolok. Riko, kamu pantau dari jarak aman. Cari tahu siapa yang tinggal di rumah itu dan apakah Ibu benar-benar ada di dalam. Aku, Sabrina, sama Alisa bakal check-in di hotel dulu."
"Siap, Mas Bima. Tim intelijen di Surabaya sudah standby. Mereka bilang rumah itu dijaga ketat, tapi bukan oleh sekuriti biasa. Kelihatannya seperti orang-orang lama, gaya pengawal keluarga ningrat," lapor Riko sambil membukakan pintu mobil untuk kami.
Kami memilih menginap di sebuah hotel mewah di pusat kota Surabaya.