Bimbingan Terlarang Dosen Gay
"Ayahmu seorang guru, kan? Guru SMA di desa? Kasihan sekali. Gajinya pasti tidak seberapa."
"Ayah saya seorang pendidik yang berdedikasi," balas Dara, mencoba tetap tenang.
"Ya, ya, tentu saja," Adrian melambaikan tangannya dengan gerakan meremehkan yang sangat mirip dengan Ibu Mahesa. "Dan kamu... kamu tidak punya apa apa. Kamu datang ke Jakarta hanya dengan beasiswa. Lalu, tiba tiba, kamu berhasil menjerat anakku satu satunya. Bagaimana kamu melakukannya?"