LOGIN“Bu, sepertinya… bagian sini sangat sensitif. Biar kuperiksa.” Di dalam studio tari pribadi yang sepi dan tertutup rapat oleh tirai, tubuhku ditekan kuat-kuat ke dinding cermin yang dingin. Lututnya yang kuat terbungkus celana olahraga, dengan paksa menyelinap di antara kedua kakiku. Melalui kain tipis gaun tari yang kupakai, dia terus menggesek bagian terdalam di antara pahaku yang telah basah. Sementara itu, tangan besarnya menyusup dari kerah bajuku tanpa hambatan, meremas bagian dadaku yang montok hingga meninggalkan jejak-jejak kemerahan yang memalukan. Rasa ngilu yang hebat dan sensasi yang mendebarkan membuat pertahananku runtuh sepenuhnya. Belum sempat aku menangis memohon ampun, jari panjangnya yang agak kapalan sudah langsung menyingkirkan celana dalam thongku, lalu menyusup ke dalam lubuk yang paling tersembunyi….
View MoreMulai dari rasa sakit dan penolakan di awal, diriku perlahan mulai larut dan menyambutnya. Hingga akhirnya, aku benar-benar tersesat dalam kenikmatan dahsyat yang dia berikan.Kami melakukannya mulai dari ranjang, berpindah ke kamar mandi, hingga ke sofa ruang tamu.Seluruh ruangan dipenuhi oleh suara benturan tubuh kami, serta desahan manisku yang keluar begitu saja tanpa bisa ditahan.Aku tak tahu sudah berapa kali kami melakukannya. Aku hanya tahu, saat sinar matahari keesokan harinya menerangi melalui gorden, sekujur tubuhku terasa remuk. Bahkan untuk menggerakkan satu jari saja sudah tak bertenaga.Sementara itu, Jack malah masih tampak sangat segar.Dia duduk di tepi ranjang dengan telanjang dada, menyelipkan sebatang rokok di jarinya, lalu menghembuskan asapnya dengan santai.Cahaya matahari menyinari kulit sawo matangnya, mempertegas setiap lekuk ototnya yang proposional, terlihat sangat sexy.Aku menatapnya dengan perasaan yang sulit diartikan.Jadi, apa hubungan di antara kam
“Jadi, bagaimana pertimbanganmu?” Dia mendekatiku, napasnya yang panas menyembur ke wajahku.Aku bisa mencium aroma alkohol tipis dari tubuhnya.Dia habis minum alkohol.“Aku….”“Nggak perlu dijawab,” potongnya sambil menempelkan jari telunjuknya di bibirku.“Berikan jawabanmu dengan tubuhmu saja.”Usai bicara, dia langsung menundukkan kepala dan kembali mencium bibirku dengan kasar.Ciuman kali ini terasa jauh lebih intens dan liar dibanding sebelumnya.Terbakar oleh pengaruh alkohol dan gairah yang telah tertahan selama tiga hari.Aku dibuat tak berdaya oleh ciumannya dan menyerah begitu saja.Dia menggendong tubuhku, lalu melangkah lebar menuju kamar tidurku.Kamarku sangat kecil, hanya ada sebuah ranjang dan lemari pakaian.Dia merebahkanku ke ranjang dan sosok tubuh tingginya langsung menindihku di atas.“Helen….”Dia membisikkan namaku berulang kali dengan suara yang sangat serak.Dia merobek pakaianku dengan liar, seperti seekor binatang buas yang sudah kelaparan lama.Dalam sek
Aku bahkan mulai menggunakan jariku untuk mencari kepuasan.Namun, apapun yang kulakukan, tetap tak bisa mengisi rasa hampa itu.Hanya ada satu pikiran di dalam otakku.Aku menginginkannya.Menginginkan pria bernama Jack.Aku merasa takut dengan pikiranku sendiri.Bagaimana bisa aku menjadi begitu tak tahu malu seperti ini?Akal sehatku terus mengingatkan bahwa ini salah.Ini adalah sebuah transaksi, menjual tubuh dan rahimku sendiri.Begitu menyetujuinya, hidupku akan hancur.Aku hanya akan menjadi wanita simpanan dan alat pembuat anak bagi seorang pria kaya.Namun, sisi lain dari diriku terus berbisik menggodaku.Tapi itu total uang 100 miliar, lho!Dengan uang sebanyak itu, aku bisa memberikan kehidupan terbaik untuk ayah dan ibuku! Aku bisa keliling dunia! Aku bisa melakukan apapun yang kuinginkan!Aku tak perlu lagi melihat raut wajah orang demi gaji bulanan yang tak seberapa itu.Apalagi….Aku juga bisa mendapatkan Jack.Meskipun hanya untuk sementara, setidaknya aku bisa melakuk
“Bisa dibilang begitu.” Lastri mengangguk, melanjutkan, “Tapi kami nggak mencari melalui agen. Kami nggak bisa memercayai gen dan latar belakang wanita-wanita di sana."“Sementara kamu, Bu Helen adalah kandidat yang paling cocok.”“Aku?”“Iya.” Lastri menatapku, sorot matanya membawa sebuah keyakinan yang tak menerima penolakan, “Kamu masih muda, cantik, sehat, lulusan universitas ternama dan berasal dari keluarga baik-baik. Yang terpenting adalah…."Dia terdiam sejenak, lalu sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman penuh arti.“Jack menyukaimu.”Dua kata itu diucapkan dengan penekanan yang sangat jelas.Jantungku berdegup kencang.“Asalkan kamu setuju untuk melahirkan anak untuk Jack, setelah semuanya selesai, vila di daerah Sukajadi senilai 60 miliar akan menjadi milikmu. Selain itu, aku akan memberikan uang tunai sebesar 40 miliar lagi.”Dia mengeluarkan sebuah dokumen dari tasnya, lalu menyodorkannya ke hadapanku.“Ini sertifikat kepemilikan vila dan surat perjanjiannya, kamu bi
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.