Ah! Sentuh Aku Lagi, Om
Gavin bangkit berdiri dari kursinya dengan gerakan yang teramat anggun, memosisikan tangannya di depan perut, lalu menundukkan kepalanya dalam-dalam ke arah Celine—sebuah gestur kesopanan tingkat tinggi yang biasa ditunjukkan kepada anggota keluarga kerajaan.
“K-kalau begitu... saya permisi keluar dulu, Celine—eh, maksud saya, Tante Celine... eh, Kak Celine,” ucap Gavin gugup setengah mati, bingung harus memanggil apa sampai lidahnya terbelit sendiri. “Saya titip Kayra sebentar ya, Kak. Permisi.”
Gavin melirik Kayra sekilas, memberikan kode ‘doakan aku selamat dari papamu’ lewat tatapan matanya, sebelum akhirnya melangkah kaku keluar kamar.