Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Penjelajah Benak

Penjelajah Benak

Yang terdengar hanya desau pelan angin. Aku merentangkan kedua tanganku lebar-lebar dan menutup mata rapat-rapat. Telingaku segera disambut suara pepohon yang sedang dibelai angin. Ranting yang beradu, dedaunan yang bergesekan ditiup angin terdengar seperti nada yang berirama. Hutan sedang berbicara. Kuhirup nafas dalam-dalam, berusaha memasukkan seluruh esensi dan energi hutan kedalam diriku.
105.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 114 kali sebagai dengarlah nyanyian angin
Baca
+Pustaka
Embun Cinta

Embun Cinta

Angin yang mematikan. “HAAA...” Narga berteriak keras-keras. Senyiur angin terasa. Burung-burung di atas sana terbang menjauh. Daun-daun pohon beringin bergoyang-goyang diterpa angin. Debu mengepul terkena angin pukulan Narga. Beberapa saat tubuh Narga yang tengah mengambang satu meter dari tanah tidak terlihat.
105.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 146 kali sebagai dengarlah nyanyian angin
Baca
+Pustaka
Daun Yang Sumbang

Daun Yang Sumbang

Jika kami digabungkan dalam sebuah lirik lagu, maka akan terlihat sumbang. Maka ku biarkan daun-daunku terbang di makan zaman. Tak berniatku untuk mencari angin aataupun awan. Apalagi berniat supaya Tuhan datangkan hujan. Maka biarkanlah daun ini bernyanyi walau terdengar sumbang. Bila masanya tiba tentu dia juga akan diam dan jatuh dalam kubangan kenangan. ***
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai dengarlah nyanyian angin
Baca
+Pustaka
Rindukan Dirimu

Rindukan Dirimu

Tanyaku "Mau nyanyi judulnya Rindukan Dirimu" Ucapnya "Ok. Oh iya kita jalanin rencananya buat deketin Alvin sama Sivia abis kita latihan aja ya" Ucapku "Iya abis latihan aja biar aku konsentrasi buat acara pensinya dan latihannya" Ucapnya "Ok Yo. Aku pamit tidur dulu ya badanku udah capek semua mau butuh istirahat buat besok biar gak capek buat latihan besok" Pamitan
101.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai dengarlah nyanyian angin
Baca
+Pustaka
DiaLangit

DiaLangit

Dari dalam hati kau takkan terganti sampai nanti aku mati Dari dalam hati kau takkan terganti Suasana semakin hening kala Langit membuka suara tetapi tak kunjung dilanjutkan. Deg-degan. Mungkin itu yang saat ini tengah menggambarkan bagaimana kondisi penghuni kelas X IPS 2. Mereka semua deg-degan dan menerka-nerka apa yang akan disampaikan oleh Langit kepada Eriska. Saking deg-degannya, mereka semua tak sadar jika sedari tadi ada suara lagu yang mengalun indah menjadi backsound momen antara Langit dan Eriska.
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai dengarlah nyanyian angin
Baca
+Pustaka
The Wind

The Wind

Apa kau menyukai angin?? Angin yang berhembus dengan lembut... ----- #Viona_Arkaila Aku duduk di kelas dengan masih menunduk, aku mencoba mengalihkan perhatian sambil membaca buku, tetapi tetap saja aku merasakan tatapan membunuh dari mereka-para penggemar Evan-bisa langsung menghujam punggungku. Sejak Evan mendorongku agar masuk kelas tadi pagi, tatapan mereka tidak berubah, tolong! Aku bisa lihat mata mereka seakan-akan ingin lepas dari tempatnya.
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai dengarlah nyanyian angin
Baca
+Pustaka
Badai Berlalu, Bahagia Menyambut

Badai Berlalu, Bahagia Menyambut

Aku harus pengertian, jadi harus bersabar saat dia memprovokasiku di depan teman-teman. Aku harus pengertian, bahkan gaun pengantin pun harus kuberikan padanya. Aku duduk tegak, pandanganku menembus kaca spion, menatap wajah Jordy. "Aku nggak punya waktu cari-cari gaun pengantin baru, Jordy." Angin menerobos jendela mobil, menyapu mataku yang sedikit memerah. "Ibuku mungkin nggak kuat menunggu selama itu."
3.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai dengarlah nyanyian angin
Baca
+Pustaka
Kutukan Laut Dan Sumpah Bulan

Kutukan Laut Dan Sumpah Bulan

Biasanya, saat pikirannya mulai kacau seperti itu, ia memfokuskan diri untuk mendengarkan nyanyian laut kunoㅡlembut, menenangkan, dan selalu berhasil membuat dirinya merasa kembali tenang. “Anak arus dan buih pertama…” Nyanyian itu terdengar jelas dan Maris mencoba mengikuti menyanyikannya samar. “…lahir dari garam dan napas samudra…” Maris perlahan membuka matanya lagi. Napasnya mulai sedikit lebih tenang saat mendengar nyanyian familiar itu kembali mengalun samar seperti biasanya. “Dengarlah... laut memanggil namamu…”
10738 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai dengarlah nyanyian angin
Baca
+Pustaka
Air Mata si Kupu-Kupu Malam

Air Mata si Kupu-Kupu Malam

Dia merapikan bagian ujung rambutnya, dia tidak ingin orang mana pun curiga dengan gerak-geriknya. "Oke, aku harus tenang ...," ucapnya sekali lagi. Sebelum akhirnya gadis itu keluar dari sana. Ketika dia tiba di tempat tadi, orang-orang sudah terlihat menikmati pesta. Seorang penyanyi beserta bandnya sedang tampil di atas panggung. Penyanyi dan lagu lawas berputar, membuat nostalgia yang hidup di zamannya. Semua mata para tamu tertuju ke arah sana, beberapa ada yang ikut bernyanyi.
10910 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai dengarlah nyanyian angin
Baca
+Pustaka
SANG KUPU-KUPU MALAM

SANG KUPU-KUPU MALAM

“Tidak! Aku mohon jangan sentuh aku, tolong jangan lakukan itu padaku. Aku mohon lepaskan aku.” Dante semakin menyeringai, ‘ Hmmmm sungguh menarik, aku suka kepanikannya, deru napasnya yang terengah-engah akan membuat permainan ini semakin menarik, gumamnya lagi. Dante kembali menyesap anggur di gelas yang dipegangnya, perlahan-lahan kesadarannya hilang sedikit demi sedikit. Dia sudah banyak minum diruang kerjanya, dia memang sengaja melakukan itu dengan menyuruh pelayan menyiapkan anggur untuknya dalam kamar itu juga.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai dengarlah nyanyian angin
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status